### Ekosisen Seni Aceh Dinilai Sakit

Iskandar Tungang
TRANSPARANN.ID, BANDA ACEH – Pembatalan konser band Slank di Banda Aceh menyisakan pertanyaan mendalam tentang kondisi ekosistem seni dan budaya di provinsi tersebut. Penolakan yang terjadi tidak hanya mencerminkan ketidaksiapan masyarakat, tetapi juga mengungkap ketimpangan dalam dunia seni Aceh.
Koordinator Suara untuk Kebudayaan Aceh Terarah (SUKAT), Iskandar Tungang, menilai penolakan ini menunjukkan melemahnya peraturan. “Kalau izin resmi sudah dikeluarkan, seharusnya semua pihak menghormati mekanisme itu,” tegas Iskandar.
BACA JUGA : https://transparann.id/konser-slank-aceh-batal-dispora-tagih-700-juta/
Ia mengingatkan, jika tekanan segelintir orang selalu berhasil membatalkan acara, maka akan timbul ketidakpastian dalam kebudayaan Aceh. Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Dosen ISBI Aceh itu menyoroti praktik sejumlah event organizer (EO) yang lebih mengutamakan keuntungan finansial. Akibatnya, seniman lokal sering hanya menjadi pelengkap dan tidak dihargai. “Hal ini perlu dievaluasi karena menciptakan kondisi yang tidak sehat. Seniman menarik diri dari ruang publik, sementara masyarakat semakin jauh dari seni,” ujarnya.












