### MUI Desak Atasi Fenomena Pengemis Musiman

TRANSPARANN.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti maraknya eksploitasi anak. Hal ini muncul lewat fenomena pengemis musiman. Praktik ini biasanya meningkat menjelang perayaan Idul Fitri.
MUI mendesak pemerintah segera meningkatkan kualitas perlindungan anak. Ketua MUI Bidang Perempuan, Siti Ma’rifah, angkat bicara. Ia meminta pemerintah melakukan penertiban secara tegas.
“Selain penertiban, perlu juga langkah preventif yang nyata,” ujarnya.
Also Read
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyiapkan program penanganan terpadu. Program ini menargetkan keluarga miskin rentan di perkotaan.
Tujuannya memutus mata rantai kemiskinan struktural secara permanen. “Anak harus diajarkan menjadi pemberi, bukan peminta,” tambahnya.
Kebijakan ini diharapkan menekan jumlah pekerja anak jalanan. Bantuan sosial bersyarat disalurkan agar anak tetap bersekolah. Siti menilai kemiskinan merupakan akar masalah paling utama.
“Kalau akar masalahnya tidak diselesaikan, persoalan terus berulang,” tegasnya.
Pembinaan mental dan penanganan kemiskinan harus berjalan seiring. Anak sering dimanfaatkan untuk sekadar menarik simpati publik.
“Anak-anak ini sering kali dieksploitasi oleh pihak tertentu. Hal itu bukan atas keinginan mereka sendiri,” ungkapnya.
Kementerian Sosial turut merespons persoalan eksploitasi anak ini. Pemerintah berjanji menindak tegas oknum yang memanfaatkan anak.
“Kami menggelar razia terpadu bersama aparat penegak hukum,” ujar perwakilan kementerian.
Pendekatan lintas sektoral menjadi kunci utama penyelesaian masalah. Kolaborasi berbagai pihak memastikan hak anak tetap terpenuhi dengan baik. (*)














