### Jasad Rehan Ditemukan di Lubuk Batang

Petugas evakuasi jasad Rehan di Sungai Ogan, Kecamatan Lubuk Batang
TRANSPARANN.ID – Upaya pencarian tak mengenal lelah. Pada Selasa sore, 16 September 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, seorang warga menemukan sosok jasad tersangkut di rumpun bambu di Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, sekitar 20 kilometer dari lokasi awal korban hilang. Kondisi jasad telah membengkak dan terbawa arus hingga cukup jauh. Penemuan ini segera dilaporkan ke Kepala Desa lalu diteruskan ke BPBD OKU. Petugas BPBD, dengan sigap, tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan memastikan keamanan area sekitar dari kerumunan warga.
“Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar. Tim kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Ibnu Sutowo untuk pemeriksaan,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU, Dadi Sutiadi.
Evakuasi dilakukan secara terkoordinasi oleh BPBD, Basarnas, TNI, POLRI, serta relawan. Tim mengevakuasi jasad korban dari rumpun bambu ke tepi sungai menggunakan perahu karet. Sambil menenangkan keluarga yang terpukul, petugas berupaya menjaga privasi dan martabat korban selama proses evakuasi. Satuan gabungan memilih jalur evakuasi terbaik agar kendaraan ambulans mudah menjangkau lokasi, disesuaikan dengan arus dan kondisi sekitar.
Also Read
Proses pengangkatan jenazah dari sungai ke ambulans berlangsung dramatis karena arus masih cukup kuat. Kehadiran aparat dan warga yang membantu menambah nuansa solidaritas dan rasa kemanusiaan di lokasi kejadian. Setelah berhasil diangkat, jenazah dibawa ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk proses identifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga.
Petugas medis dan tim identifikasi di RSUD segera melakukan pemeriksaan visual, mengonfirmasi identitas korban melalui cirri – ciri fisik, pakaian, dan data properti yang diketahui oleh keluarga. Pada kasus tenggelam dengan waktu pencarian beberapa hari, identifikasi visual diperkuat dengan pemeriksaan sekunder seperti pakaian terakhir, ciri tubuh khusus, dan properti yang ditemukan bersamaan dengan jenazah. Jika kondisi jasad memungkinkan, identifikasi primer dilakukan lewat sidik jari atau pengecekan dental record. Namun, pada jenazah yang sudah membusuk atau cacat secara fisik setelah beberapa hari di air, mayoritas identifikasi mengandalkan konfirmasi sekunder dari keluarga dan saksi yang mengenal korban secara langsung.
BACA JUGA : https://transparann.id/bocah-hanyut-sungai-ogan-oku/
Minggu pagi, 14 September 2025, warga Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, dikejutkan kabar hilangnya seorang bocah di Sungai Ogan. Muhammad Rehan Pahlepi, siswa kelas VI SDN 41 OKU, dilaporkan hanyut sekitar pukul 10.00, tepat di kawasan Bakung, Lorong Lestari, depan Klinik Amanah.
Bersama dua rekan sebayanya, Rehan bermain dan mandi di sungai yang kerap dikunjungi anak-anak pada waktu libur sekolah. Beberapa teman Rehan sempat mencoba memberi pertolongan. Salah satu dari mereka dapat menyelamatkan diri, sementara Rehan terseret arus deras dan menghilang di kedalaman sungai.
Orang tua Rehan berada di lokasi ketika musibah terjadi, menambah suasana duka yang mendalam. Sontak, warga sekitar langsung mencari korban dengan menyusuri tepi sungai. Suasana menjadi kacau dan panik; keluarga korban tampak histeris, berharap keajaiban terjadi.
Setelah laporan resmi masuk ke BPBD, tim gabungan BPBD OKU, Basarnas, TNI, POLRI, beserta warga setempat, melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Penyelam berpengalaman dikerahkan untuk mengecek dasar sungai, sementara regu darat berjalan kaki menyisir pinggir sungai. Pada hari kedua, pencarian difokuskan pada radius hingga dua kilometer dari lokasi kejadian.
Namun, arus sungai yang deras dan air yang keruh menyulitkan proses pencarian, sehingga belum ditemukan titik terang keberadaan korban. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat menambah tantangan di lapangan. Tak satu pun dari kerumunan anak-anak yang sebelumnya bersama korban berani menjawab pertanyaan petugas saat ditanya di lokasi—mereka langsung menjauh seketika tim penyelamat datang. (bet)















