OKU  

Tahanan Kabur di Baturaja: SOP Kejari OKU?

### Skandal Pelarian Tahanan Kejari OKU Disorot

Potret Aktivis Kabupaten OKU Ahmad Mubasyir S.P CPLA mengenakan jas abu-abu duduk di meja kerja.
foto : dok pribadi
Ahmad Mubasyir S.P CPLA.

TRANSPARANN.ID, OKU – Tiga tahanan kabur di Baturaja saat akan kembali ke Rutan pada Kamis (23/4/2026) petang.

Insiden ini memicu tanda tanya besar bagi masyarakat luas. Publik meragukan ketatnya pengawalan petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU. Bagaimana mungkin tahanan bisa melepas borgol besi dengan mudah?

Kini publik mulai menggugat standar operasional prosedur (SOP) pengawalan tersebut. Pengawalan mulai dari rutan, pengadilan, hingga kembali ke sel kini menjadi sorotan.

Baca Juga :   Bus Sehat Gratis Sapa Warga OKU

Misteri Borgol Lepas dan Pengawalan Lemah
Tim Inafis Polres OKU segera melakukan olah TKP pada Kamis malam. Petugas menemukan dua pasang borgol tercecer tidak jauh dari mobil tahanan.

Fakta ini menunjukkan adanya celah keamanan yang sangat fatal. Petugas pengawal sempat terlibat kontak fisik dengan para terdakwa di dalam mobil.

“Ada lima terdakwa mencoba kabur dan sempat terjadi perkelahian,” ujar seorang petugas pengawal tahanan.

Petugas tersebut menambahkan bahwa tiga orang berhasil melarikan diri. Namun, dua terdakwa lainnya gagal kabur karena petugas berhasil menangkap mereka kembali.

Baca Juga :   Begal Sadis di OKU: Sopir Truk Jadi Korban Pelemparan Batu

Pelarian ini menyisakan kejanggalan terkait kepemilikan alat komunikasi oleh tahanan. Terdakwa Anuar, sang inisiator, diduga kuat memegang ponsel saat kejadian.