
Kasat Binmas Polres OKU, AKP Ujang bersama Ipda Mualimin memberikan tasyiah kepada para tahanan.
Perubahan Perlahan Namun Pasti
Program yang telah berjalan selama empat bulan ini rutin digelar setiap hari Senin hingga Jumat. Ipda Deni menceritakan perubahan nyata yang ia saksikan. Tahanan yang sebelumnya sama sekali buta aksara Al-Qur’an, kini mulai mengenal huruf demi huruf.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap para tahanan minimal mengenal huruf hijaiyah dan mampu mengaji secara mandiri,” tambahnya penuh harap.
Upaya polisi dalam memanusiakan tahanan ini menuai apresiasi hangat dari pihak keluarga. Ahmad Jupri, orang tua salah satu tahanan, mengungkapkan rasa harunya. Ia melihat program Tanjidor sebagai secercah harapan bagi masa depan anaknya.
“Terima kasih sudah membimbing anak kami dengan benar. Mudah-mudahan setelah melewati masa tahanan, anak saya kembali sadar dan berubah,” ucap Ahmad dengan mata berkaca-kaca.
Melalui program Tanjidor, Polres OKU membuktikan bahwa penegakan hukum tak melulu soal hukuman fisik, tetapi juga tentang menyentuh hati. Polisi berharap, bekal agama ini akan mengantarkan para tahanan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertobat.












