Sejarah PKI: Dari ISDV hingga G30S 1965

Tokoh-Tokoh Penting PKI
Sejumlah tokoh besar mewarnai perjalanan PKI, antara lain Henk Sneevliet, Semaoen, Darsono, Tan Malaka, Musso, Amir Syarifuddin, D.N. Aidit, Njoto, Alimin Prawirodirdjo, dan Misbach.

Pemberontakan 1926
PKI melancarkan pemberontakan melawan Belanda pada 1926. Upaya itu gagal total. Ribuan anggota ditangkap dan dibuang ke Boven Digul. Meski gagal, benih komunisme tetap bertahan di Indonesia.

Pemberontakan Madiun 1948
Pada 18 September 1948, Musso dan Amir Syarifuddin memimpin pemberontakan PKI di Madiun. Mereka berusaha menggulingkan Republik Indonesia, membentuk negara Soviet ala Indonesia, dan mengganti Pancasila dengan komunisme.

Presiden Soekarno segera meminta rakyat memilih antara dirinya bersama Hatta atau Musso-Amir. Jenderal Sudirman mengerahkan pasukan, dan Kolonel A.H. Nasution memimpin operasi penumpasan pada 20 September 1948. Pemerintah berhasil memadamkan pemberontakan. Musso tewas ditembak, Amir Syarifuddin dieksekusi, dan banyak tokoh PKI dihukum mati.

Tragedi G30S 1965
Dua dekade kemudian, PKI kembali mencatat sejarah kelam melalui Gerakan 30 September 1965 (G30S). Peristiwa ini menewaskan sejumlah jenderal TNI AD dan berujung pada kehancuran PKI. D.N. Aidit, Njoto, dan tokoh lainnya ditangkap atau dieksekusi. Pemerintah kemudian membubarkan PKI dan melarang keberadaannya di Indonesia.

Kesimpulan
PKI menorehkan sejarah panjang, dari lahirnya ideologi lewat Sneevliet, kepemimpinan tokoh pribumi seperti Semaoen, hingga tampilnya Musso dan Aidit. Namun, pemberontakan Madiun 1948 dan tragedi G30S 1965 membuat PKI dicap sebagai ancaman bangsa dan dihapus dari peta politik Indonesia. (*)

Exit mobile version