
Dengan langkah gontai, Bupati Teddy dan Kapolres Endro keluar dari ruang paripurna DPRD OKU, Jumat, 13 Desember 2025.
Palu Penundaan Diketuk Dini Hari
Setelah upaya komunikasi internal menemui jalan buntu dan tidak ada tanda-tanda kehadiran tambahan anggota, Ketua DPRD OKU Sahril Emil akhirnya mengambil langkah tegas. Tepat pukul 00.47 WIB, Sabtu dini hari (13/12/2025), Sahril naik ke mimbar dengan raut wajah masygul.
“Dari unsur pimpinan, kami sudah berusaha maksimal. Namun hingga saat ini rapat masih belum korum. Dengan sangat menyesal, saya terpaksa menunda rapat paripurna malam ini,” tegas Sahril memecah keheningan forum.
Selanjutnya, Sahril memutuskan penjadwalan ulang rapat pada Sabtu pagi (13/12/2025) pukul 10.00 WIB. Ia mendesak seluruh anggota dewan agar segera mematuhi kewajiban mereka dan hadir menuruti ketentuan tata tertib yang berlaku.
Motif “Bolos” Massal Masih Misterius
Insiden memalukan ini lantas memicu spekulasi liar di tengah publik. Seorang sumber internal yang enggan mengungkap identitasnya mengendus adanya aroma ketidakharmonisan. Ia menduga aksi “bolos berjamaah” ini bukan sekadar masalah ketidaksiapan pribadi, melainkan indikasi kuat adanya boikot akibat buruknya koordinasi antara pimpinan dewan dan fraksi-fraksi tertentu.
Hingga berita ini turun, fraksi-fraksi yang anggotanya mangkir masih memilih bungkam seribu bahasa. Belum ada satu pun pihak yang memberikan klarifikasi resmi mengenai alasan absennya 11 wakil rakyat tersebut di momen genting penetapan anggaran daerah.
Kini, publik menuntut pertanggungjawaban moral yang serius. Penundaan pengesahan APBD 2026 jelas bukan masalah sepele karena mengancam kelancaran layanan publik dan kepastian program pembangunan di Kabupaten OKU. Masyarakat kini menunggu pembuktian; apakah pada Sabtu pagi ini para wakil rakyat akan kembali bekerja, atau justru kembali mempermainkan amanah yang mereka emban. (bet)












