Diplomasi Harun Cegah Bentrok dengan PT GNS

foto : transparann.id
Kepala Desa Kedaton Timur, Harun (mengenakan topi biru) saat berdialog dengan PT GNS.

Pihak warga meminta Pemerintah Kabupaten OKU segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Senen menyampaikan peringatan keras mengenai batas kesabaran warga yang sudah berdarah-darah mengelola lahan mereka.
“Kami minta kepada Pemerintah Kabupaten OKU untuk menyelesaikan persoalan ini. Kami sudah cukup bersabar, jangan sampai batas kesabaran kami menjadi pertumpahan darah, terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Menanggapi kemarahan warganya, Harun, Kepala Desa Kedaton Timur, memilih jalur dialog dan kehormatan. Ia menyambut warganya yang bersemangat melayangkan protes.
“Jangan memancing dan jangan terpancing. Tujuan kita adalah menyerukan kepada PT GNS dan kita beritahu bahwa warga Desa Kedaton Timur memilik hak atas lahan tersebut,” pesan Harun, meminta warganya menyampaikan aspirasi secara santun, terhormat, dan elegan.

Baca Juga :   49 CJH OKU Tunda Haji 2026

Dukungan alam seolah meredakan suasana tegang. Guyuran hujan menyertai aksi warga, sekaligus seolah mendinginkan amarah yang membuncah, disiram oleh semangat damai dari Harun. Dialog pun terjadi antara perwakilan warga yang dipimpin Harun, dengan perwakilan PT GNS, Hadi.

Meskipun dialog tersebut belum menghasilkan titik temu lantaran PT GNS bersikeras melanjutkan aktivitas, setidaknya Harun berhasil meredam kekesalan warganya dengan meminta PT GNS untuk melakukan adu data kepemilikan yang sah.

Sekitar pukul 16.00 WIB, disaksikan oleh Kanit Intel Polsek Peninjauan, Arif, ratusan warga Desa Kedaton Timur membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke kediaman masing-masing. Konflik lahan ini kini menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten OKU. (bet)