Bupati Teddy Tegaskan Butuh ‘Dream Team’ Loyal dan Setia

“Proses asesmen ini jangan ragu-ragu. Kami bekerja sama dengan asesor yang sangat profesional, yaitu asesor dari SDM Mabes Polri dan didukung oleh para penguji dari akademisi Universitas Sriwijaya,” ujar Teddy. Ia menjamin hasil dari proses asesmen ini dapat dipertanggungjawabkan dan tidak dilakukan secara main-main.

Teddy menambahkan, pihaknya hanya menjalankan hasil dari asesmen tersebut. Ia menampik spekulasi yang menyebut bahwa penentuan jabatan didasari faktor suka atau tidak suka. “Pelantikan ini hal yang biasa, tidak usah menjadi suatu polemik. Ini semata-mata karena kebutuhan organisasi, penyegaran, dan hasil asesmen beberapa bulan yang lalu,” tegasnya.

Baca Juga :   Pj Gubernur Sumut Lantik Patuan Rahmat Syukur P Hasibuan Pj Bupati Paluta

Tantang Pejabat Baru Kejar Ketertinggalan Daerah
Bupati Teddy secara terbuka mengakui bahwa OKU sudah sangat tertinggal dan “hampir tidak bergerak” sejak Maret 2025, dengan banyak pihak yang disebutnya “tiarap”. Oleh karena itu, ia menuntut para pejabat baru untuk berinovasi dan memiliki semangat tinggi.

“Ayo sama-sama kita bangkit, kita recovery, kita kejar ketertinggalan, jangan stagnan. Jangan kita berlarut-larut dalam ketidakpastian,” ajak H Teddy. Ia meyakini, dengan kekompakan, kesolidan, dan saling mendukung, OKU akan berhasil mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Baca Juga :   Sinergi Pemerintah Atasi Jalan Rusak

Di akhir pernyataannya, Teddy Meilwansyah juga mengingatkan para Kepala OPD yang dilantik bahwa jabatan adalah “barang pinjaman”. Ia menekankan bahwa jabatan bukanlah hak milik seumur hidup, sehingga tidak ada alasan untuk bersikap sombong. “Namanya juga barang pinjaman dan harus dirawat, dijaga, dirapikan sebaik-baiknya. Sewaktu-waktu akan ada perubahan,” pungkasnya, menggarisbawahi bahwa loyalitas dan kinerja harus didahulukan di atas hak. (bet)