BEI, PEFINDO, IIF dan BRIDS Gelar Edukasi Credit Enhancement

“Skema ini tidak hanya memperkuat kepercayaan investor, tetapi juga memperluas basis investor dan mendorong keberhasilan penerbitan obligasi, sekaligus mendukung pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan bagi sektor infrastruktur dan korporasi strategis di Indonesia,” ujar Rizki.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa BEI secara aktif menyelenggarakan program sosialisasi kepada calon penerbit efek bersama para pemangku kepentingan pasar modal.

“Program sosialisasi dan konsultasi ini bertujuan mendorong penerbitan segala jenis efek, tidak terkecuali Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang dapat menggunakan skema credit enhancement,” kata Nyoman.

Baca Juga :   Pasar Bedug Gratis Hadir di OKU

Sementara itu, Direktur Utama PEFINDO, Irmawati, menegaskan bahwa metodologi pemeringkatan PEFINDO memperhitungkan layanan credit enhancement sebagai faktor kenaikan peringkat.

“Surat utang korporasi bisa mendapat rating yang setara dengan IIF apabila mendapatkan garansi penuh melalui credit enhancement dari IIF,” tegas Irmawati.

Melengkapi pandangan tersebut, BRIDS selaku penjamin emisi juga menyampaikan optimismenya. Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menilai dukungan IIF memberikan nilai tambah signifikan.

“Dengan struktur penjaminan yang kuat dan peringkat kredit yang lebih baik, penerbitan obligasi menjadi lebih kredibel di mata investor, sekaligus memungkinkan penetapan biaya pendanaan yang lebih efisien,” tutup Fifi. (*)