PEP Zona 4 Raih PROPER Hijau

Oleh karena itu, setiap wilayah kerja memiliki program unggulan. Perusahaan ingin tumbuh bersama masyarakat sekitar area operasi.

Sebagai contoh, Prabumulih Field aktif mengelola limbah plastik. Program SIKOK SELINGKAR mengubahnya menjadi wadah penampung getah karet.

Sementara itu, Ogan Komering Field menjalankan program GEMA MAGENTA. Masyarakat mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk.

Selanjutnya, Limau Field menghadirkan inovasi sosial bernama Biobachar. Limbah bambu diolah menjadi media filtrasi air limbah batik.

Berbeda halnya dengan Adera Field melalui program PERMATA. Warga desa belajar budidaya tanaman untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga :   Pemerintah Bekukan Izin TikTok di Indonesia

Pemberdayaan Desa dan Ekowisata
Di sisi lain, Ramba Field fokus pada program PUSAKA KELUANG. Mereka mengembangkan sistem pertanian adaptif yang ramah iklim.

Kemudian, Pendopo Field menjalankan program unggulan bernama GEMILANG PLUS. Masyarakat desa bergotong royong mengembalikan kesuburan tanah pertanian setempat.

Terakhir, Raja Tempirai Field memperkenalkan program sosial BENING. Program ini mengintegrasikan prinsip pengelolaan lingkungan tanpa limbah.

Mereka sukses membangun desa berbasis ekowisata yang sangat mandiri. Inovasi lingkungan ini membuktikan dedikasi nyata perusahaan bagi negeri.

Baca Juga :   Harga BBM Nonsubsidi Naik di Luar Jawa Februari 2025

Profil Singkat Regional Sumatra
PHR Regional Sumatra Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja. SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan selalu mengawasi operasi tersebut.

Area kerjanya tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi industri migas Indonesia. (*)