banner_kedokteran

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 21 Maret

Pemerintah menggunakan dua pendekatan utama, yakni metode hisab dan rukyatul hilal secara bersamaan. Petugas memantau hilal pada ratusan titik dari wilayah Aceh hingga Papua. Langkah ini bertujuan menghasilkan keputusan yang menjadi pedoman bersama bagi seluruh umat Islam.

Dinamika Perbedaan Metode
Sebelumnya, data hisab menunjukkan ijtimak terjadi pada Kamis pagi hari. Namun, potensi perbedaan tetap muncul karena adanya keragaman metode perhitungan di Indonesia. Muhammadiyah sendiri menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga :   Tinjau Kebakaran di Lubuk Raja: H Teddy Berjanji Membangun Rumah Korban Melalui Program Bedah Rumah

“Posisi hilal saat ini sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia,” jelas tim pakar astronomi Kemenag.

Pesan Toleransi Pemerintah
Menteri Agama mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan meski terdapat perbedaan tanggal lebaran. Beliau menekankan pentingnya sikap saling menghormati antar sesama umat beriman. Keputusan resmi ini diharapkan membawa kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan saling menghormati jika terjadi perbedaan penetapan hari raya,” tegas Nasaruddin menutup keterangannya. (*)