Beruntung, para guru SD Negeri 18 OKU, sigap. Mereka segera menarik kembali makanan yang sudah terlanjur disajikan dan mengembalikannya ke pihak catering. Tindakan cepat itu mencegah potensi keracunan yang bisa menimpa puluhan siswa.
Yan menegaskan, orang tua berharap pihak terkait tidak tinggal diam. “Kami berharap ada langkah tegas terhadap pengelola dapur MBG agar peristiwa serupa tidak terulang lagi,” tegasnya.
Dua kasus beruntun ini menambah keresahan orang tua. Mereka khawatir program yang seharusnya menyehatkan justru membahayakan anak-anak. Pemerintah daerah dituntut lebih ketat mengawasi dapur MBG, karena di balik setiap piring nasi dan lauk yang tersaji, ada harapan orang tua agar anak-anak mereka pulang ke rumah dalam keadaan sehat.
Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya, memastikan pihaknya sudah mengambil sampel nasi, sayur, dan daging ayam dari kasus SMP Negeri 9 untuk diuji di Balai POM dan BBLK. “Hasil lab belum keluar, kita tunggu saja. Apapun hasilnya akan kami sampaikan,” jelasnya.
Deddy menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian dapur, bukan kesalahan sistem MBG secara keseluruhan. Namun ia menegaskan, jika terbukti ada unsur kelalaian serius, sanksi menjadi ranah aparat penegak hukum dan BGN Korwil OKU. (bet)












