Lubang Buaya: Tragedi G30S dan Hari Kesaktian

Asal Usul Nama Lubang Buaya
Masyarakat sudah mengenal nama Lubang Buaya jauh sebelum tragedi 1965. Nama itu muncul dari mitos buaya putih yang dipercaya hidup di sungai sekitar wilayah tersebut. Seiring waktu, nama ini melekat dan semakin dikenal setelah menjadi lokasi pembuangan jenazah para pahlawan.

Dari Tragedi Menjadi Monumen
Pemerintah mengubah kawasan Lubang Buaya menjadi kompleks bersejarah. Monumen Pancasila Sakti berdiri pada 1969, Museum Pancasila Sakti diresmikan pada 1982, dan Museum Pengkhianatan PKI dibuka pada 1992. Ribuan pengunjung datang setiap tahun untuk mengenang pengorbanan para pahlawan.

Lahirnya Hari Kesaktian Pancasila
Pemerintah menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk menghormati peristiwa ini. Awalnya TNI AD memperingatinya, lalu seluruh angkatan bersenjata ikut serta. Presiden Soeharto mengeluarkan Keppres Nomor 153 Tahun 1967 yang menetapkan peringatan ini secara nasional.

Hari Kesaktian Pancasila kini menjadi simbol keteguhan bangsa bahwa Pancasila tetap berdiri kokoh meski diguncang pengkhianatan dan ancaman perpecahan. (*)

Exit mobile version