### Sejarah, Umbul Alami, dan Budaya Klaten

Kejernihan Umbul Kemanten siap menyegarkan tubuh pengunjung di bawah rimbunnya pepohonan alami.
TRANSPARANN.ID – Desa Wisata Sidowayah di Klaten, Jawa Tengah, sangat menawan. Desa ini menyimpan sejarah, legenda, dan alam yang luar biasa.
Kamu bisa menempuh desa ini dari Solo sekitar 43 menit. Jaraknya hanya sekitar 22 kilometer saja dari pusat kota. Saat ini, penduduk desa berjumlah sekitar 3.168 jiwa. Mereka sangat kreatif mengembangkan wisata edukasi dan wisata budaya.
Dua Versi Sejarah Desa
Masyarakat setempat menceritakan dua versi sejarah desa ini. Versi pertama menyebut desa ini berdiri pada era 1930-an.
Ndoro Bei atau Raden Ngabei Purbontari memimpin sebagai kades pertama. Sementara itu, versi kedua memiliki alur cerita berbeda.
Desa ini awalnya bernama Kelurahan Nglungge sejak tahun 1912. Raden Ngabehi Purbontani menjabat sebagai lurah pertamanya.
Kemudian, kerusuhan dan kebakaran mengubah nama desa pada 1933. Warga lalu memakai nama makam Pangeran Sidotopo, yaitu Sidowayah.
Surga Mata Air Alami
Desa Wisata Sidowayah mempunyai banyak sumber mata air jernih. Dulu, warga sekadar memakai air ini untuk kebutuhan harian. Kini, masyarakat mengubahnya menjadi destinasi wisata unggulan di Klaten.
“Awalnya kami cukup kesulitan menyatukan pandangan warga untuk membangun wisata,” kata pengelola desa.
Namun, semangat gotong royong warga akhirnya membuahkan hasil manis. Sekarang, kamu bisa mengunjungi Umbul Siblarak, Kemanten, dan Pelem. Ketiganya selalu ramai wisatawan karena airnya sangat jernih dan segar.
Serunya Kampung Dolanan
Selanjutnya, desa ini juga memiliki wisata kreatif. Warga mendirikan Kampung Dolanan Sidowayah khusus untuk anak-anak.
“Anak-anak butuh ruang bermain di luar ruangan, jauh dari gawai,” ujar salah satu pemandu lokal.












