Lebih lanjut, Bertho merinci alokasi penggunaan pendapatan. Sebanyak 72 persen dana untuk peningkatan layanan pelanggan. Sisanya 28 persen dialokasikan untuk biaya pegawai. Dana tersebut juga membiayai pengadaan delapan unit pompa dan dua mobil tangki.
Dengan pembenahan itu, Tirta Raja kini mampu menguras WTP secara rutin. Hasilnya, kualitas air lebih bersih dan durasi pengaliran meningkat. Bahkan, kinerja keuangan mereka pun ikut membaik.
Perumda menargetkan laba Rp 1,7 miliar pada 2025. Namun, Bertho mengingatkan penurunan tarif berisiko ganggu stabilitas keuangan. Menurutnya, penurunan tarif 1% dapat picu kerugian Rp 300 juta.
Melalui evaluasi ini, Perumda berharap dapat memperkuat layanan air bersih. Tujuannya, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat OKU. (bet)












