Alter Ego Tembus Grand Final M7

Sebaliknya, SRG memiliki komposisi hero yang sangat mandiri dan bersinergi. Uranus dan Hilda leluasa melakukan zoning dan mengganggu formasi AE.

Lylia turut memberikan tekanan besar melalui kemampuan ultimate-nya. Joy dan Claude tinggal masuk untuk menghabisi pertahanan AE yang terbuka.

Namun, SRG memiliki kelemahan fatal berupa absennya stopper area. Celah ini menjadi penentu nasib mereka pada menit ke-19.

SRG melakukan kesalahan fatal saat Lord akan muncul dalam sepuluh detik. Mereka memaksakan serangan meski Yazukee terlihat berada di jalur atas.

Baca Juga :   BTR, Voin Donkey, Talon, dan 69 Esports Kurang Maksimal

Pola serangan ini mirip dengan momen pada menit ke-15. Tanpa stopper area, serangan SRG justru menjadi bumerang bagi diri sendiri.

AE Nino memanfaatkan momen ini untuk melancarkan serangan balik mematikan. Tiga pemain SRG, termasuk Yums dan Sekyess, akhirnya tumbang.

Situasi ini membuat AE leluasa mengamankan Lord yang telah berevolusi. Tempo permainan SRG seketika runtuh dan gagal melakukan perlawanan.

AE memanfaatkan Lord untuk menekan jalur pertahanan lawan yang sudah bocor. Pemain SRG terjebak di tengah dan tak mampu membendung serangan.

Baca Juga :   Sutsujin Menjawab Pertanyaan dari Penggemar

Kemenangan ini membuktikan AE mampu menghukum kesalahan kecil lawan dengan sangat efektif. Kini, trofi juara dunia M7 sudah di depan mata. (*)