### Manfaatkan Blunder Fatal SRG di Menit Akhir

TRANSPARANN.ID – Alter Ego (AE) memastikan diri melaju ke babak Grand Final M7 World Championship. Tim esports asal Indonesia ini berhasil menumbangkan Selangor Red Giants (SRG).
Pertandingan final lower bracket ini digelar di Jakarta pada Sabtu lalu. AE menang meyakinkan dengan skor akhir 3-1 atas wakil Malaysia tersebut.
Kata “hoki” tampaknya masih melekat erat pada perjalanan tim ini. Sebelumnya, mereka sukses memulangkan “raja terakhir” Team Liquid PH secara dramatis.
Also Read
BACA JUGA : https://transparann.id/alter-ego-bungkam-tlph-via-draft-unik/
Kini, keberuntungan kembali berpihak pada AE di gim penentu melawan SRG. Secara strategi draft, AE sebenarnya terlihat kurang maksimal dibandingkan lawannya.
Nino menggunakan Ruby dan Alekk memakai Hylos hanya untuk bermain defensif. Mereka bertugas meredam agresivitas Joy dan Claude milik SRG.
Hal ini membuat Hijumee dan Arfy butuh perlindungan ekstra dari serangan lawan. Sementara itu, Yazukee dengan Fanny kesulitan melakukan manuver agresif sejak awal.
Sebaliknya, SRG memiliki komposisi hero yang sangat mandiri dan bersinergi. Uranus dan Hilda leluasa melakukan zoning dan mengganggu formasi AE.
Lylia turut memberikan tekanan besar melalui kemampuan ultimate-nya. Joy dan Claude tinggal masuk untuk menghabisi pertahanan AE yang terbuka.
Namun, SRG memiliki kelemahan fatal berupa absennya stopper area. Celah ini menjadi penentu nasib mereka pada menit ke-19.
SRG melakukan kesalahan fatal saat Lord akan muncul dalam sepuluh detik. Mereka memaksakan serangan meski Yazukee terlihat berada di jalur atas.
Pola serangan ini mirip dengan momen pada menit ke-15. Tanpa stopper area, serangan SRG justru menjadi bumerang bagi diri sendiri.
AE Nino memanfaatkan momen ini untuk melancarkan serangan balik mematikan. Tiga pemain SRG, termasuk Yums dan Sekyess, akhirnya tumbang.
Situasi ini membuat AE leluasa mengamankan Lord yang telah berevolusi. Tempo permainan SRG seketika runtuh dan gagal melakukan perlawanan.
AE memanfaatkan Lord untuk menekan jalur pertahanan lawan yang sudah bocor. Pemain SRG terjebak di tengah dan tak mampu membendung serangan.
Kemenangan ini membuktikan AE mampu menghukum kesalahan kecil lawan dengan sangat efektif. Kini, trofi juara dunia M7 sudah di depan mata. (*)















