### PMSL SEA 2025

TRANSPARANN.COM – Meskipun beberapa tim menunjukkan performa luar biasa pada hari pertama minggu kedua PMSL SEA 2025, tidak semua tim mampu tampil maksimal. Bigetron Esports (BTR), Voin Donkey (VD), Talon, dan 69 Esports mengalami kesulitan dalam mengamankan poin penting dan terlihat belum menemukan ritme terbaik mereka.
BACA : https://transparann.id/rrq-chicken-dinner-dx-tiga-kemenangan-pmsl-sea-2025/
Bigetron Esports: Kurang Konsisten, Butuh Perbaikan Rotasi
Sebagai salah satu tim besar yang selalu diunggulkan, Bigetron Esports tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya semalam. Dengan total 36 poin, mereka tertahan di posisi keenam klasemen sementara. Meskipun mereka berhasil mendapatkan beberapa placement points yang cukup baik, mereka kesulitan dalam eksekusi pertempuran, terutama di zona – zona akhir.
Also Read
Beberapa faktor yang menghambat Bigetron adalah:
Rotasi yang terlalu pasif, membuat mereka sering tertangkap di zona oleh tim lain yang lebih agresif.
Kurangnya eksekusi dalam fight, mereka kalah dalam duel-duel penting melawan DX.
Ketidakkonsistenan strategi, terlihat dari beberapa game di mana mereka bermain lebih defensif namun gagal mempertahankan zona.
Untuk kembali ke papan atas, Bigetron harus memperbaiki komunikasi dan koordinasi mereka, terutama dalam mengambil keputusan saat late game.
Voin Donkey (VD): Kesulitan Bertahan di Zona-Zona Akhir
Voin Donkey (VD) juga mengalami malam yang sulit dengan hasil yang kurang memuaskan. Berbeda dengan performa mereka di minggu pertama, kali ini VD sering kesulitan dalam bertahan di zona akhir. Mereka hanya mampu mengumpulkan 28 poin, menempatkan mereka di papan tengah klasemen sementara.
Kendala utama VD adalah:
Kesalahan dalam memilih drop zone, yang membuat mereka sering harus melakukan rotasi panjang dan bertemu dengan tim lain di perjalanan.
Kurangnya kontrol map awareness, menyebabkan mereka mudah terkena third-party saat bertarung dengan tim lain.
Minimnya jumlah kill, di mana mereka lebih mengandalkan placement points daripada agresivitas dalam pertempuran.
Jika ingin kembali bersaing, VD harus menemukan kembali gaya bermain mereka yang lebih agresif serta lebih cepat dalam menentukan strategi saat memasuki zona akhir.
Talon Esports: Terpuruk di Posisi Terbawah
Salah satu tim asal Indonesia ini selalu menjadi ancaman, Talon Esports justru terlihat belum menemukan ritme permainan terbaik mereka. Mereka hanya berhasil mendapatkan 20 poin, menempatkan mereka di posisi bawah klasemen sementara.
Masalah yang dihadapi Talon antara lain:
Sering terjebak dalam early fight yang membuat mereka kehilangan pemain lebih awal.
Kurang efektif dalam pergerakan tim, terutama dalam memilih jalur rotasi yang aman.
Gagal memanfaatkan momentum, meskipun beberapa kali mereka berada di posisi yang menguntungkan dalam zona.
Untuk bangkit, Talon harus lebih disiplin dalam early game serta meningkatkan komunikasi tim dalam setiap pergerakan.
69 Esports: Belum Menemukan Ritme Permainan
69 Esports menjadi tim dengan performa paling buruk pada hari pertama minggu kedua. Mereka hanya mampu meraih 20 poin, dan kesulitan untuk bersaing dengan tim-tim besar. Beberapa kali mereka terlihat bermain terlalu pasif, sehingga mudah dieliminasi oleh tim yang lebih agresif.
Beberapa faktor penyebab kegagalan 69 Esports:
Lemahnya koordinasi antar pemain, terlihat dari seringnya mereka kehilangan anggota tim terlalu awal.
Kurangnya kontrol terhadap zona, membuat mereka sering bermain di posisi yang tidak menguntungkan.
Minimnya kill points, yang menyebabkan mereka kesulitan menambah pundi-pundi poin di klasemen.
Jika tidak segera melakukan evaluasi, peluang mereka untuk bertahan di papan tengah akan semakin sulit.

Prediksi dan Tantangan
Dengan klasemen yang semakin ketat, Bigetron, VD, Talon, dan 69 Esports harus segera melakukan perbaikan strategi jika ingin mengejar ketertinggalan. DX masih memimpin dengan keunggulan cukup jauh, tetapi turnamen masih panjang, dan segala kemungkinan bisa terjadi. (*)















