Mak, Kenapa Kita Miskin?

### Duka Lara Bocah Penjual Tisu di Kota Kendari

foto : net
SELAMAT JALAN MALAIKAT KECIL KENDARI : Iring-iringan kendaraan jenazah mengantar Nw menuju tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Punggolaka, Jumat (30/1/2026). Kepergian bocah yang dikenal gigih membantu ekonomi keluarga ini menyisakan luka bagi warga Kendari. Kini, tidak ada lagi langkah kecil Nw di perempatan lampu merah; ia telah beristirahat di tempat yang tidak mengenal rasa lapar dan lelah.

TRANSPARANN.ID, KENDARI – Sebuah pertanyaan pilu “Mak Mengapa kita miskin?” menjadi penanda perjuangan Nw. Bocah delapan tahun itu tewas setelah tubuh mungilnya terlindas alat berat di Kendari. Ia meninggal saat berjuang mencari nafkah di tengah hujan.

Ia berjuang mencari rupiah untuk membeli beras lantaran di rumahnya tidak ada nasi untuk ia makan. Sebelum berangkat ke “medan juang” menjajakan tisu, Nw bertanya kepada ibunya, Mak Mengapa Kita Miskin?

Baca Juga :   Peringatan HPN, Wakil Ketua DPRD OKU Terima Award Mitra PWI

Aspal basah di perempatan PLN Wua-Wua saksi bisu tragedi memilukan. Seorang bocah perempuan bernama Nw (8) mengembuskan napas terakhirnya. Ia tewas mengenaskan setelah sebuah alat berat melindas tubuh mungilnya.

Peristiwa pilu ini terjadi pada Kamis malam (29/1/2026). Saat itu, hujan deras sedang mengguyur Kota Kendari. Najwa tetap berdiri di lampu merah demi menjajakan tisu. Ia berjuang membantu ekonomi keluarga di tengah dingin yang menusuk.

Tiba-tiba, sebuah kendaraan berat jenis loader menghantam tubuhnya. Alat berat tersebut melindas sang bocah tanpa ampun. Tragisnya, pengemudi kendaraan itu sempat melarikan diri dari lokasi. Nw tergeletak tak berdaya di atas aspal yang dingin.