banner_kedokteran

Aktivis HAM Disiram Air Keras

KontraS mengecam keras tindakan premanisme dan kekerasan brutal ini.

“Serangan ini patut diduga sebagai upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil,” kata Dimas Bagus Arya, Koordinator Badan Pekerja KontraS.

“Khususnya pembela HAM yang selama ini aktif melakukan advokasi,” lanjut Dimas menjelaskan pandangannya secara tertulis.

Sebelum insiden, korban baru saja menyelesaikan sebuah rekaman siniar. Topik siniar membahas isu remiliterisme dan uji materiil di Indonesia. Rekaman tersebut berlangsung aman di kantor YLBHI, Jakarta.

Baca Juga :   Maling HP Mahasiswi, Ali Asak Tebuang

Pada hari yang sama, korban juga menghadiri rapat di Celios. Mereka membahas tindak lanjut investigasi aksi massa Agustus 2025.

Andrie sebelumnya memang kerap menerima berbagai bentuk teror. Ancaman serius mulai muncul sejak ia menolak RUU TNI pada Maret 2025.

KontraS mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas motif serangan ini.

“Pelaku harus diproses secara hukum sesuai ketentuan pidana yang berlaku,” tegas Dimas.

Tindakan penyiraman air keras mengancam keselamatan jiwa korban secara langsung. KontraS menuntut negara hadir melindungi setiap pekerja hak asasi manusia.

Baca Juga :   Pondok Kayu Ludes Dilalap Api

Ruang publik harus aman bagi para pembela keadilan. Kasus ini menjadi ujian berat bagi penegakan hukum di Indonesia. Masyarakat sipil berharap kekerasan serupa tidak terus berulang. (*)