Mengenal Pahlawan Nasional, Sultan Muhammad Salahuddin

Pasca kemerdekaan Indonesia, Sultan Salahuddin langsung menunjukkan loyalitasnya yang tinggi. Pada 22 November 1945, ia mencetuskan Pernyataan Jiwa Rakyat Bima yang berisi dukungan penuh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pernyataan bersejarah itu, ia menegaskan bahwa segala urusan pemerintahan di wilayah Bima dilakukan langsung dengan pusat, memotong jalur kolonial. Bahkan, ia bersama para sultan lain di Pulau Sumbawa mendeklarasikan bergabung dengan Republik Indonesia sebagai sebuah federasi.

Sejak kecil, Muhammad Salahuddin telah mendapatkan pendidikan agama dan pemerintahan yang matang dari ulama dan pejabat istana. Tak heran, ia kemudian tumbuh menjadi pemimpin yang cerdas dan berakhlak, hingga diangkat sebagai Putra Mahkota pada 1899.

Kini, gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan pemerintah mengukuhkan kembali jasanya yang besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan integrasi bangsa Indonesia dari wilayah timur. (*)

Exit mobile version