### Bau Menyengat, Warga Desak Sanksi Tegas

Kondisi saluran pembuangan di Kecamatan Muara Dua. Infrastruktur yang rusak, terbuka, dan digenangi air berwarna gelap ini diduga menjadi jalur pembuangan limbah Dapur MBG yang dikeluhkan warga menimbulkan bau menyengat.
TRANSPARANN.ID, OKU SELATAN – Dapur MBG di Desa Pelangki kini menebar teror bau busuk bagi warga sekitar.
Limbah cair sisa produksi meluber membanjiri badan jalan setiap hujan turun.
Aroma menyengat menusuk hidung dan mengancam kesehatan masyarakat setempat.
Also Read
Praktik kotor ini diduga telah berlangsung lama tanpa solusi permanen.
Warga mengaku sudah muak dengan janji manis pengelola.
Mereka berulang kali melayangkan protes keras kepada pihak dapur.
Namun, pengelola seolah menutup telinga terhadap keluhan tersebut.
“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji kosong,” cetus seorang warga dengan nada geram.
Ia menduga, pemilik usaha mengabaikan aturan hukum yang berlaku.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 melarang keras tindakan pencemaran lingkungan.
“Setiap pelaku usaha wajib mengelola limbah mereka dengan benar,” ucapnya lantang.
Pelanggaran terhadap aturan ini memuat ancaman sanksi pidana serius.
Instansi berwenang harus segera memeriksa instalasi pembuangan mereka.
“Jangan sampai ada kongkalikong yang membiarkan kerusakan lingkungan terjadi,” tegasnya.
Pemilik berinisial DI berdalih telah berkoordinasi dengan aparat desa.
Ia mengaku sudah bicara dengan Babinsa dan Kepala Desa.
Namun, koordinasi di atas kertas tidak menghilangkan bau busuk itu.
Warga menilai langkah tersebut hanya formalitas belaka.
Masyarakat mendesak adanya audit independen terhadap operasional dapur tersebut.
Dinas terkait harus turun langsung melihat kekacauan di lapangan.
Warga menuntut hak mereka atas lingkungan yang sehat segera dipenuhi.
Aparat penegak hukum wajib menyeret pelaku pencemaran ke ranah hukum. (*)















