Akibatnya sungguh fatal bagi kesehatan para penerima. Korban mulai berjatuhan dengan keluhan medis yang serius. Sebanyak tiga orang harus dilarikan menuju RSUD Cibabat. Mereka terdiri dari dua siswa dan satu guru.
Sementara itu, sejumlah siswa lain terpaksa merawat diri di rumah. Nyawa mereka jelas terancam akibat kecerobohan vendor MBG.
Menu maut ini rupanya berisi onigiri ayam suwir. Telur rebus pelengkap menu juga berwujud setengah matang.
“Paling kami khawatirkan itu telur dan onigiri,” tegas Ayat.
Kabar duka menyelimuti SDN Karang Mekar, Cimahi Tengah pada Rabu (25/02/2026). Sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data sementara (KMM1), korban terdiri dari siswa berbagai jenjang kelas serta beberapa orang dewasa. Salah satu korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di IGD RS Cibabat.
Rincian Korban Sementara (23 Orang):
· Kelas 1: 8 orang (Kayndra, Sherly, Eki, Abbyan, Dzafira, Roni, Rena, Attar)
· Kelas 2: 5 orang (Emil, Paul, Muthia, Azka, Radhika Surya)
· Kelas 3 & 5: 3 orang (Shafiqa, Brava, Ainun)
· Lainnya/Dewasa: Anak Pak Taufik, Anak Bu Nenden, Ibu Eri, Tante Revan, Istri Pak Taufik, Bu Nova, dan Winda (Anak Bu Tati).
Pihak kepolisian harus segera mengusut tuntas kasus ini. Kejadian ini bukan sekadar musibah medis biasa. Ini merupakan kelalaian kriminal yang mengancam nyawa publik. Vendor penyedia MBG wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum! (*)
