### Razia gabungan cegah penyakit masyarakat selama Ramadan

Personel gabungan Polres OKU razia panti pijat di Baturaja.
TRANSPARANN.COM – Personel gabungan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) melaksanakan sidak dan razia di sejumlah panti pijat di sekitar Kota Baturaja pada Senin, 03/04/2025, sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Pekat 1 Musi-2025 yang bertujuan untuk menanggulangi kejahatan dan penyakit masyarakat selama bulan suci Ramadan 1446 H.
Kapolres OKU, AKBP Imam Zamroni, S.I.K., M.H., melalui Kasat Humas Polres OKU, AKP Ibnu Holdon, menyampaikan bahwa razia ini bertujuan untuk mengimbau seluruh pemilik panti pijat di wilayah Kabupaten OKU agar menghormati bulan puasa dengan tidak beroperasi sementara selama Ramadan. “Kami mengimbau kepada pemilik usaha panti pijat untuk menghentikan aktivitasnya selama bulan suci ini,” ujar Ibnu Holdon.
Operasi Pekat 1 Musi-2025 Dukung Penanggulangan Kejahatan
Also Read
Operasi Pekat 1 Musi-2025 merupakan langkah proaktif Polres OKU dalam menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan. Kegiatan ini fokus pada penanggulangan kejahatan dan penyakit masyarakat, termasuk tindakan-tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai religius dan moral.
Pemerintah Kabupaten OKU melalui Sat Pol PP telah mengeluarkan surat himbauan yang melarang tempat hiburan dan panti pijat beroperasi selama Ramadan. Surat ini ditujukan kepada seluruh pemilik usaha panti pijat di wilayah Kabupaten OKU. “Apabila ada yang tidak mengindahkan himbauan ini, tim gabungan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan menindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Kasat Humas Polres OKU.
Masyarakat Diminta Berperan Aktif
Selain mengandalkan personel gabungan, Polres OKU juga meminta peran serta masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan aktivitas panti pijat yang masih beroperasi selama Ramadan. “Kami meminta bantuan warga dan Ketua RT untuk melaporkan jika menemukan panti pijat yang masih beraktivitas,” imbuh Ibnu Holdon.
Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk mendukung keberhasilan operasi ini. Dengan melibatkan warga, diharapkan pengawasan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan efektif. Hal ini juga sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Dampak Positif bagi Masyarakat Baturaja
Razia dan sidak yang dilakukan personel gabungan ini mendapat respons positif dari masyarakat Baturaja. Banyak warga yang menyambut baik langkah ini karena dianggap dapat menciptakan suasana yang lebih tenang dan religius selama Ramadan. “Kami sangat mendukung operasi ini. Ramadan adalah bulan suci, jadi sebaiknya aktivitas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dihindari,” ujar salah seorang warga Baturaja.
Selain itu, operasi ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi kejahatan dan gangguan ketertiban yang sering kali muncul dari aktivitas tempat hiburan dan panti pijat. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan aman.
Langkah Preventif dan Edukatif
Tidak hanya bersifat represif, operasi ini juga memiliki aspek preventif dan edukatif. Personel gabungan tidak hanya melakukan razia, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pemilik usaha tentang pentingnya menghormati bulan suci Ramadan. “Kami tidak hanya menindak, tetapi juga mengedukasi agar mereka memahami dampak sosial dan moral dari aktivitas yang mereka lakukan,” jelas Kasat Humas Polres OKU.
Diharapkan, melalui pendekatan ini, pemilik usaha dapat lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, operasi ini tidak hanya memberikan efek jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. (bet)















