Secara teknis, program profiling ini bertujuan memetakan potensi dan kompetensi ASN secara terukur. Panitia menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk menilai tiga aspek utama, yakni kompetensi manajerial, sosial kultural, dan teknis.
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa Pemkab OKU akan menjadikan hasil tes ini sebagai fondasi utama dalam perencanaan karier, analisis kebutuhan pelatihan, hingga penempatan posisi yang tepat. Ia memastikan akan menindaklanjuti hasil penilaian tersebut secara objektif sebagai dasar promosi maupun evaluasi.
“Kami akan melihat kompetensi dari hasil tes ini. Jika nilainya baik, tentu peluang karier akan terbuka lebar. Sebaliknya, kami akan mengevaluasi pejabat yang tidak memenuhi standar kompetensi, termasuk para kepala OPD,” tekannya.
Turut hadir memantau kegiatan tersebut Kepala Kantor Regional VII BKN, Heni Sriwahyuni, Asisten III Setda OKU, H Romson Fitri, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab OKU. (bet)