Pertamina EP Pasok Gas ke LPG Limau Timur

Strategi ini memungkinkan Pertamina mempertahankan kinerja produksi di tengah tantangan lapangan migas yang sudah matang.

Selain itu, upaya ini berhasil mengurangi ketergantungan negara terhadap pasokan energi impor.

Inovasi Pertamina sukses mengerek produksi LPG dari 55 metrik ton per hari (MTD) menjadi 85 MTD.

Produksi kondensat juga meningkat signifikan dari 200 BOPD menjadi 350 BOPD.

Hebatnya, pencapaian tersebut terjadi tanpa melakukan pengeboran sumur baru sama sekali.

Perusahaan bahkan memproyeksikan peningkatan produksi LPG hingga mencapai angka 100 MTD.

Baca Juga :   PEP Limau Field Genjot Produksi Minyak

Proyek ini tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Seluruh kegiatan berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Tim di lapangan juga berkoordinasi ketat dengan SKK Migas serta pemangku kepentingan terkait.

Keberhasilan ini menegaskan posisi Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.

Pertamina terus membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi Indonesia.

Informasi Tambahan: Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4
PHR Regional Sumatra Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina. Unit ini mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE).

Baca Juga :   Lahan Tidur Jadi Kebun Subur Berkat PEP Prabumulih Field

Wilayah kerja tersebut meliputi PEP Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, serta PHE Ogan Komering dan Raja Tempirai.

Area operasional tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten di wilayah Sumatera Selatan.

PHR Regional Sumatra Zona 4 bekerja di bawah pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (*)