Penuh Khidmat, Perayaan Natal Oikumene OKU 2025

Salah satu momen yang menunjukkan kuatnya persatuan gereja di OKU adalah pembacaan liturgi Natal yang dibawakan oleh utusan dari berbagai gereja.

Pembacaan Firman Tuhan ini dilakukan secara bergantian, menggambarkan sejarah keselamatan mulai dari penciptaan hingga janji keselamatan.

Dari Gereja Katolik, Clarissa (Kejadian 1 : 27), Kristin dari GPR (Kejadian 1 : 28), CSt F Aritonang dari HKBP (Kejadian 2 : 18), Ana Panjaitan dari Gereja Bethel Indonesia Baturaja (Kejadian 2 : 24), Monang Tampubolon dari GPdI (Kejadian 3 : 6 – 7). Maria Sinaga dari GPIN (Kejadian 3 : 23 – 24).

Aleks Sitorus dari GKSBS (Kejadian 6 : 5 – 6), Sri Handayani dari GMI (Kejadian 6 : 7 – 8), Tulus Siburian dari Gereja Baptis (Yesaya 11 : 1), Lenti Sitinjak dari GSJA (Yohannes 3 : 16), Filipus Siagian dari GKII (Matius 1 : 21) dan Hestina Napitupulu dari GPT (Kisah Para Rasul 16 : 31).

Baca Juga :   Hukum Puasa Tanpa Sahur Dalam Islam dan Dampaknya

Semarak Perayaan dan Nuansa Budaya

Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan Perayaan Natal Oikumene yang berlangsung meriah. Penampilan Paduan Suara Pesparawi OKU dan Paduan Suara Kaum Ibu HKBP Resor Baturaja berhasil memukau jemaat dengan harmoni suara yang indah.

Keriuhan tepuk tangan kembali menggema saat PWKI perwakilan Kecamatan Lubuk Raja (Batumarta) menampilkan permainan alat musik tradisional Angklung.

Penampilan ini menambah semarak suasana Natal sekaligus menunjukkan akulturasi budaya yang harmonis di Bumi Sebimbing Sekundang.

Baca Juga :   Bupati Teddy Tinjau Proyek Box Culvert

Ketua BKSAG OKU, Pdt. Imanuel Kalendesang, S.Th, dalam keterangannya di sela acara mengungkapkan bahwa tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.

Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama dalam membangun masyarakat yang harmonis.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa damai sejahtera itu harus dimulai dari rumah, dari keluarga kita masing-masing. Jika Allah hadir dalam keluarga, maka kita bisa memancarkan kasih itu keluar, menciptakan suasana kondusif, dan mewujudkan masyarakat OKU yang religius dan nyaman bagi semua,” ucap Pdt. Imanuel.

Baca Juga :   Seragam Haji Indonesia 2026 Resmi Dirilis

Ketua Panitia Natal, Parlin Silaban, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran acara ini. Ia mengaku bangga melihat antusiasme umat yang hadir memenuhi kapasitas gedung.

“Kami sangat bersyukur acara berjalan lancar dan penuh hikmat. Kehadiran ribuan umat hari ini membuktikan kerinduan kita untuk bersekutu bersama. Terima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja keras, pihak keamanan, dan dukungan Gereja-gereja di OKU sehingga Natal Oikumene ini bisa terlaksana dengan sukses,” ucap Parlin. (bet)