Selanjutnya, Pemkab OKU akan memfasilitasi sosialisasi ke berbagai wilayah.
Pemerintah juga berjanji segera menyiapkan data administratif bagi BPS.
“Asisten II, tolong segera penuhi semua kebutuhan BPS,” instruksinya.
Sementara itu, Kepala BPS OKU, Anugrahani Prasetyowati, merespons positif.
Pihaknya sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab OKU. Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 jelas membutuhkan sokongan yang kuat.
Agenda krusial ini akan berjalan selama 2,5 bulan. Tepatnya, pelaksanaan sensus dimulai sejak Mei hingga Juli 2026.
Sensus sepuluh tahunan ini akan terintegrasi langsung ke DTSEN. DTSEN merupakan singkatan dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Selain urusan sensus, BPS OKU membawa satu misi lain. Mereka turut meminta dukungan untuk program pembinaan Desa Cantik.
Tahun ini, BPS resmi menyasar tiga desa di OKU. Ketiganya meliputi Desa Martajaya, Batumarta II, dan Pandan Dulang. (*)












