### Menjemput Perubahan dari Jantung Sumba

Kidung syukur bergema di Wanno Kadaghu. Kelompok paduan suara menghidupkan suasana ibadah Paskah Bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (11/4/2026). Momen ini menjadi simbol persatuan untuk membawa perubahan nyata bagi Bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala.
TRANSPARANN.ID, SUMBA BARAT DAYA – Keheningan alam Watukagorrok menyatu dengan kidung syukur yang merdu.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menggelar perayaan Paskah Bersama Sumba Barat Daya di Wanno Kadaghu.
Sabtu pagi itu menjadi saksi semangat persatuan di tengah asrinya kawasan wisata lokal.
Also Read
Dua pemimpin rohani, Romo Titus Djago dan Pdt. Benyamin Kondi, memimpin ibadah ekumenis tersebut.
Sekat denominasi mencair saat jemaat meresapi makna kebangkitan dengan khidmat. Suasana teduh menyelimuti seluruh jajaran Forkopimda yang hadir di lokasi.
Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, memberikan pesan yang menggetarkan hati seluruh undangan. Beliau memandang Paskah sebagai momentum besar untuk melakukan transformasi nyata.
“Kebangkitan Kristus adalah kekuatan transformasi bagi kita semua,” tegas Bupati Ratu Wulla dalam sambutannya.
Selanjutnya, ia mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan lama yang menghambat kemajuan daerah. Perubahan pola pikir menjadi kunci utama dalam membangun karakter bangsa yang kuat.
“Paskah mengajak kita beralih pada kehidupan penuh kasih dan kejujuran,” lanjutnya dengan nada penuh semangat.
Pemerintah fokus melawan stunting dan mengikis kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Sumba. Selain itu, pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan upaya memanusiakan manusia.
“Kita harus bertanggung jawab menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas sang Bupati.
Acara berakhir dengan jabat tangan hangat antar seluruh elemen masyarakat yang hadir. Cahaya Paskah dari Wanno Kadaghu kini menjadi api semangat untuk perubahan SBD. (*)















