### Umat Stasi Tambagha Hayati Sengsara Yesus Kristus

Umat Stasi Sang Penebus Tambagha merenungi sengsara Yesus melalui prosesi Jalan Salib hidup. Seorang pemuda memikul salib kayu besar di tengah kerumunan warga yang berdoa. Tradisi ini menyatukan iman dan budaya lokal Sumba Barat Daya yang kental. Seluruh lapisan masyarakat mengikuti setiap perhentian dengan penuh penghayatan spiritual.
TRANSPARANN.ID, SUMBA BARAT DAYA – Suasana khidmat menyelimuti pagi di Nusa Tenggara Timur. Umat meresapi makna Jalan Salib hidup di Sumba. Stasi Sang Penebus Tambagha menjadi saksi bisu. Lokasi ini berada di Sumba Barat Daya.
Selanjutnya, ratusan warga berjalan kaki mengiringi prosesi. Mereka memulai rute dari Lingkungan Santo Domasus. Akhirnya, perjalanan spiritual umat ini berakhir di gereja.
Pembina umat, Eduardus Maghu Ate, merasa sangat bangga. Ia melihat antusiasme warga yang luar biasa.
“Jalan salib ini untuk mengenang sengsara Yesus Kristus,” kata Eduardus.
Tingkat partisipasi masyarakat memang patut mendapat apresiasi. Eduardus memaparkan tingginya kehadiran warga pagi itu.












