Kepala Desa Pandan Dulang, Mersi Eganom, memastikan pengelolaan kebun dilakukan sepenuhnya oleh Bumdes dengan pengawasan ketat dari pemerintah desa dan warga. “Sejak penanaman hingga panen, masyarakat ikut mengawasi. Hasilnya nanti untuk menunjang PAD dan kesejahteraan warga,” jelasnya.

Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, Kepala Desa Pandan Dulang, Mersi Eganom, jajaran OPD, Camat, Kapolsek Semidang Aji, dan tokoh masyarakat, panen perdana di Desa Pandan Dulang, Kecamatan Semidang Aji.
Meski hasil panen perdana masih dijual ke penampung karena kualitas buah belum optimal, langkah ini dinilai sebagai awal penting. Bagi warga, keberadaan kebun desa bukan sekadar sumber pendapatan, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi.
Di tengah maraknya kasus penyalahgunaan aset desa di berbagai daerah, keberhasilan Pandan Dulang menjadi contoh bahwa pengelolaan aset secara transparan dan partisipatif dapat mencegah potensi penyimpangan. Model ini diharapkan menginspirasi desa lain untuk mengelola sumber daya secara jujur, produktif, dan berpihak pada rakyat. (bet)












