“Insya Allah kami bisa belajar dan menimba ilmu di sini. Kami akan terapkan ilmu itu di lahan budidaya nantinya,” jelas Teddy.
Sebagai tambahan, Teddy membawa sejumlah kepala dinas terkait. Mereka ingin memahami sistem manajemen kualitas air secara langsung. Pemkab OKU juga teliti mempelajari digitalisasi budidaya perikanan modern.
Kolaborasi Transformasi Perikanan
Kemajuan sektor perikanan daerah jelas membutuhkan kolaborasi yang kuat. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pusat sangat penting.
“Kami bermaksud membangun jejaring kerja sama nyata dengan BBPAT. Kerja sama ini menjadi fondasi transformasi budidaya ikan air tawar,” tegas Teddy.
Di samping itu, Bupati Teddy memiliki target yang ambisius. Beliau berharap Dinas Perikanan OKU bisa melampaui pencapaian BBPAT. Konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) akan segera diterapkan.
Pada akhirnya, program ini akan mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Kepala BBPAT Sukabumi menyambut hangat dan mengajak rombongan meninjau lahan. Rombongan OKU puas meninjau langsung area BBPAT seluas 26 hektare. (*)












