“Kehadiran teman-teman di tengah hujan lebat ini membuktikan bahwa kerinduan kita untuk merayakan kelahiran Juruselamat jauh lebih besar daripada tantangan cuaca,” ujar Tari.
Suasana semakin khusyuk ketika Pendeta Ferdinan Gultom naik ke mimbar untuk menyampaikan pesan Natal. Dalam khotbahnya yang berapi-api, Pdt. Ferdinan menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk tetap berakar kuat dalam iman, apapun badai kehidupan yang menerpa. Pesan tersebut seakan menjadi peneguhan yang relevan dengan situasi sore itu; hujan di luar, namun hangat oleh iman di dalam.
Rangkaian ibadah yang berlangsung dinamis ini akhirnya sampai pada penghujung acara. Gembala Sidang GBI Baturaja, Pdt. Andreas K. Thama, menutup perayaan dengan doa berkat. Ia menumpangkan tangan dan mendoakan agar sukacita Natal serta damai sejahtera melingkupi seluruh pemuda GBI Baturaja sepanjang tahun mendatang.
Wajah-wajah ceria terpancar saat jemaat meninggalkan ruangan, membawa pulang kehangatan Natal yang sesungguhnya di hati mereka. (bet)
