### Gelap Gulita, Warga Kembali Pakai Pelita

TRANSPARANN.ID, SUMBA BARAT DAYA – Kemeriahan Natal lenyap seketika di Kampung Tambagha, Desa Oleh Milla.
Warga terpaksa merayakan malam kudus dalam kegelapan total pada Selasa (24/12/2025). Kondisi ini memicu kemarahan warga terhadap buruknya layanan listrik di wilayah tersebut.
Pasokan daya listrik yang masuk ke kampung ini sangat memprihatinkan. Arus lemah melumpuhkan aktivitas warga pada momen paling sakral tahun ini.
Also Read
Infrastruktur kelistrikan di desa persiapan ini tampak sangat menyedihkan dan tidak layak. Warga hanya menggunakan bambu seadanya sebagai tiang penyangga kabel.
Lebih parah lagi, kabel listrik beraliran aktif terlihat tergeletak begitu saja di atas tanah. Kelalaian ini jelas mengancam keselamatan nyawa penduduk setempat setiap saat.
Risiko bahaya semakin meningkat ketika terjadi keadaan darurat pada malam hari. Warga kesulitan menolong orang sakit karena ketiadaan penerangan yang memadai.
Siprianus Bulu Tanggu, salah satu warga, meluapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia menyebut pemadaman listrik terjadi hampir setiap malam tanpa solusi jelas.
“Kami ingin pasang meteran sendiri, tapi dayanya tidak kuat,” tegas Siprianus dengan nada kesal.
Ia akhirnya memilih kembali menggunakan lampu pelita tradisional. Menurutnya, hal itu lebih baik daripada berharap pada listrik yang tidak stabil.
Fakta di lapangan menunjukkan potret ketidakadilan pembangunan. Satu meteran listrik harus menopang beban pemakaian lebih dari sepuluh rumah.
Kondisi beban berlebih ini membuat arus listrik jebol dan memicu pemadaman bergilir. Warga menilai pihak terkait menutup mata terhadap minimnya jumlah meteran listrik.
Warga menuntut pemerintah daerah segera bertindak serius membereskan kekacauan ini. Mereka mendesak perbaikan jaringan demi keselamatan nyawa dan masa depan pendidikan anak-anak. (*)















