Museum Situs Gua Harimau Diresmikan, Sajikan Bukti Peradaban Tertua

Kebanggaan Masyarakat OKU
Sementara itu, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, yang didampingi Wakil Bupati OKU Ir. Majito Bachri, mengungkapkan rasa bangganya. Museum ini, menurutnya, merupakan kebanggaan masyarakat OKU dan diharapkan mampu menarik banyak wisatawan ke Bumi Sebimbing Sekundang.
Teddy menjelaskan bahwa temuan awal di kawasan ini telah ada sejak tahun 1990-an, ketika peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (kini BRIN) menemukan lukisan dinding gua, kubur manusia ras Mongoloid, artefak, dan sisa hewan hingga kedalaman 3,5 meter.

Baca Juga :   Niat Puasa Syaban dan Keutamaannya bagi Muslim
foto : transparann.id

Hasil penelitian Arkenas kala itu memperkirakan temuan ini berasal dari sekitar 14.000 BP (Before Present), yang menunjukkan penghuni gua lebih tua dari komunitas Austramelanesia.
“Alhamdulillah ini menjadi salah satu cagar budaya kebanggaan masyarakat OKU. Lebih dari itu, museum ini bisa menjadi wadah informasi bagi generasi penerus terkait manusia prasejarah,” tutur Teddy.

Pemerintah Kabupaten OKU menegaskan dukungan penuh terhadap penelitian berkelanjutan, yang akhirnya mewujudkan usulan pembangunan museum sebagai sumber informasi bagi masyarakat luas.
Pada kesempatan peresmian tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU juga turut menghadirkan tokoh-tokoh budayawan dan penggiat budaya OKU, menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya.

Baca Juga :   Malam Tahun Baru: Doa, Bukan Pesta

Menteri Fadli Zon pun menyampaikan terima kasih kepada tim Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan IV BRIN, Pemkab OKU, dan masyarakat Desa Padang Bindu atas dukungan sinerginya. (bet)