### Program KUR Dorong Kesejahteraan UMKM

BUPATI SBD DAN GUBERNUR NTT TINJAU PRODUK UMKM LOKAL : Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Ratu Ngadu Bonnu Wulla (tengah), bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (kiri) dan Wakil Bupati SBD Dominikus Alphawan Rangga Kaka (kanan), mengamati dan mengapresiasi produk kerajinan tangan anyaman khas Sumba saat melakukan kunjungan kerja dan peninjauan pameran UMKM di Aula Kantor Bupati SBD, Senin (16/03/2026). Peninjauan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi produk lokal dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan stunting di wilayah tersebut.
TRANSPARANN.ID, SUMBA BARAT DAYA – Gubernur NTT mengunjungi Sumba Barat Daya (SBD) pada Senin (16/03/2026).
Kunjungan ini fokus pada percepatan pembangunan NTT. Fokus utama adalah menekan angka kemiskinan SBD.
Pemerintah juga mengandalkan program MBG di daerah tersebut. Langkah ini bertujuan menggerakkan ekonomi Sumba secara masif. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin langsung agenda ini.
Also Read
Pemerintah menargetkan penurunan drastis pada angka stunting dan kemiskinan. Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, memaparkan data terkini daerahnya.
Prevalensi stunting SBD mencapai 40,2 persen pada Januari 2026. Angka kemiskinan berada pada level 25,66 persen. Data ini menjadi dasar perumusan kebijakan strategis pemerintah daerah.
Pemerintah daerah mengintervensi sektor perumahan dan pendidikan secara serius. Tahun ini, SBD membangun 245 unit rumah layak huni. Pemerintah juga memberikan beasiswa bagi ratusan mahasiswa berprestasi.
“Kami terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem melalui pendidikan,” ujar Bupati Ratu.
Kebijakan lain mencakup operasional tujuh Dapur Makan Bergizi Gratis. Program ini mewajibkan penggunaan bahan baku dari petani lokal.
“Tidak boleh ada hasil tani masyarakat yang ditolak,” tegasnya.
Bupati Ratu menyebut dapur ini sebagai pasar bagi petani. Hal ini menjamin perputaran uang tetap di tangan rakyat.
Gubernur Laka Lena melihat potensi ekonomi yang sangat besar. Ia memproyeksikan arus uang masuk SBD mencapai Rp1 triliun. Proyeksi ini berasal dari program nasional dan aktivitas koperasi.
“Ini adalah peluang raksasa bagi SBD,” ujar Gubernur Laka Lena.
Pemerintah dituntut kreatif mengelola efisiensi anggaran daerah secara optimal. Gubernur juga menyoroti pentingnya akurasi data sasaran program bantuan.
Pemerintah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3 triliun. Dana ini dialokasikan khusus untuk wilayah NTT tahun ini.
“Skema perbankan harus kita dorong memajukan masyarakat,” tambahnya.
SBD berpotensi menjadi pusat niaga di daratan Pulau Sumba. Sejumlah pejabat tinggi provinsi turut hadir dalam pertemuan ini.
Kunjungan di SBD menutup rangkaian kerja Gubernur di Sumba. Gubernur juga meninjau NTT Mart di wilayah Tambolaka. Peninjauan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap produk UMKM lokal. (*)
















