### Pasutri Rintis Kedai Raja Rasa

WIRAUSAHA MUDA : Popi Lestari dan Ramadhani berpose di depan “Kedai Raja Rasa” milik mereka di Desa Bumi Genap, Kecamatan Runjung Agung, OKU Selatan. Pasangan muda ini sukses mengembangkan usaha kuliner berkonsep lesehan dengan beragam menu seperti bakso, seblak, dan aneka minuman yang kini ramai diminati warga.
TRANSPARANN.ID, OKU SELATAN – Cinta dan perjuangan menyatu di Kedai Raja Rasa. Popi Lestari (24) dan Ramadhani kini merajut mimpi di Desa Bumi Genap.
Pasangan muda ini membuktikan kesuksesan bisa diraih di kampung halaman.
Mereka tinggal di Blok II, Kecamatan Runjung Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).
Also Read
Usaha kuliner lesehan mereka berkembang pesat. Masyarakat setempat menyambut hangat kehadiran kedai ini.
Kisah bermula saat mereka menikah pada 2024. Sebelumnya, Popi mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Ia memilih berhenti kuliah demi mencari pengalaman kerja.
Gadis tangguh ini lantas merantau jauh dari rumah. Di tanah rantau itulah takdir mempertemukannya dengan Ramadhani.
Sang suami kemudian menjadi teman hidup sekaligus mitra kerjanya.
Mereka merasa cukup menimba ilmu di negeri orang. Akhirnya, keduanya sepakat pulang membangun desa.
Mata mereka jeli melihat peluang usaha di sekitar tempat tinggal.
Ide mendirikan kedai lesehan pun muncul. Tepat pada 17 Agustus 2025, Kedai Raja Rasa resmi beroperasi.
Momen kemerdekaan menjadi saksi langkah mandiri mereka.
Perkembangan usaha ini terbilang sangat signifikan.
Awalnya, pasutri ini menangani semua operasional berdua.
Namun, kerja keras mereka membuahkan hasil manis.
Kini, mereka telah mempekerjakan dua orang karyawan.
Kehadiran staf membantu mereka melayani pelanggan yang terus bertambah.
Kedai ini mengusung konsep pondok kayu dua lantai. Nuansa kampung yang asri memberikan kenyamanan tersendiri.
Pengunjung bisa menikmati makanan enak dengan harga terjangkau.
Tak hanya itu, fasilitas karaoke gratis tersedia bagi pengunjung.
Hiburan ini menjadi daya tarik kuat. Suasana kedai selalu hidup dan menyenangkan.
Pengunjung tidak hanya datang dari warga sekitar. Banyak warga desa dan dusun tetangga sengaja mampir.
Keramaian memuncak terutama saat akhir pekan tiba.
Pelayanan ramah menjadi kunci utama mereka. Sikap hangat pemilik membuat pelanggan merasa betah.
Popi dan Ramadhani melayani setiap tamu seperti keluarga.
Lewat usaha ini, mereka ingin menebar semangat positif.
Mereka berharap generasi muda berani bermimpi. Anak muda tidak boleh takut memulai usaha.
“Mimpi bukanlah sekadar angan, tetapi sesuatu yang harus kita raih,” ujar mereka kompak.
Semangat mereka kini menjadi inspirasi nyata bagi pemuda OKU Selatan. (*)















