Kepala SMK Negeri 3 OKU, Berkat Hanapi, S.Pd., menegaskan bahwa penyusunan modul ajar tidak boleh sekadar memenuhi administrasi. Menurutnya, guru harus menjawab kebutuhan nyata peserta didik sekaligus tuntutan dunia kerja.
“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga penanam nilai, karakter, dan kompetensi yang akan menjadi bekal hidup siswa,” tegasnya.
Para guru terbagi dalam kelompok sesuai konsentrasi keahlian. Mereka berdiskusi aktif untuk merancang modul ajar yang mencakup capaian pembelajaran, kegiatan berbasis proyek, hingga asesmen yang adil. Suasana workshop berlangsung dinamis, penuh semangat berbagi ide dan pengalaman untuk memperkaya materi ajar.
Kegiatan ini juga memperkuat komitmen SMK Negeri 3 OKU dalam mempertahankan status sebagai SMK Pusat Keunggulan selama tiga tahun berturut-turut. Inovasi perangkat ajar dianggap sebagai strategi penting menjaga mutu pendidikan dan daya saing lulusan.
Selain menyusun, guru juga melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran sebelumnya. Mereka ditantang lebih berorientasi pada siswa dengan mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.
Berkat Hanapi menambahkan, modul ajar berkualitas akan membuat proses belajar lebih sistematis, terpantau dengan baik, dan berdampak langsung pada pengalaman belajar siswa yang relevan dengan dunia nyata. Modul hasil workshop tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga diuji coba dan dievaluasi secara berkala.
“Mari bekerja dengan hati, mengajar dengan keteladanan, dan membimbing dengan cinta. Karena setiap modul ajar yang kita susun adalah investasi nyata bagi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya. (bet)












