### Siswa TK dan SD Berbagi Kasih Usai Idul Fitri

Keceriaan siswa Xaverius Global School saat menikmati momen makan bersama usai rangkaian acara Halal Bihalal.
TRANSPARANN.ID, OKU – Suasana hangat menyelimuti kegiatan Halal Bihalal di Xaverius Global School. Acara ini berlangsung di Baturaja pasca libur Idul Fitri.
Kegiatan ini sangat kental dengan nilai pendidikan karakter. Ratusan siswa berkumpul pada 31 Maret 2026 pagi.
Tepat pukul 08.30 WIB, senyum ceria menghiasi wajah siswa. Mereka saling bersalaman dan memaafkan dengan para guru.
Also Read
Suara riang anak-anak TK dan SD memecah keheningan pagi. Tema “Sucikan Hati, Pererat Silaturahmi, Raih Prestasi Menuju Fitri” bergema.
Rangkaian acara diawali dengan sapaan dan kuis interaktif Ramadan. Anak-anak tampak antusias menjawab pertanyaan seputar ibadah puasa.
Setelah itu, panggung kreativitas siswa memukau para penonton. Siswa percaya diri menampilkan hafalan, nasyid, dan gerak lagu islami.
Kepala Sekolah TK Xaverius Global School Baturaja merasa bangga. Yohanes Hadi Putranto mengapresiasi keberanian para siswa usia dini. “Kami memberi ruang apresiasi agar anak-anak berani tampil,” ujarnya.

Kepala TK Xaverius Global School Baturaja, Yohanes Hadi Putranto, Guru dan Siswa Xaverius Global School berfoto bersama.
Momen paling mengharukan terjadi saat sesi berbagi kasih. Siswa membagikan bingkisan parcel kepada teman yang membutuhkan. Dana bingkisan murni dari donasi sukarela siswa selama Ramadan.
Kepala SD Xaverius Global School Baturaja memberikan penjelasan mendalam. Petrus Tamba Tua SPd menyoroti pentingnya nilai empati sosial. “Ini wujud nyata mengajarkan makna berbagi secara transparan,” tegasnya.
Ketua Yayasan Xaverius Global School Baturaja turut hadir menyapa. Maryono berharap kegiatan ini memperkuat ikatan emosional warga sekolah. “Semoga semangat ini senantiasa membawa berkah dan kedamaian,” harapnya.
Kegiatan ini sejalan dengan target program Pemerintah Kabupaten OKU. Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah terus mendorong pendidikan karakter.
Kebijakan ini bertujuan mencetak generasi cerdas dengan kepedulian sosial. Toleransi di lembaga pendidikan menjadi fondasi utama kerukunan warga.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat saling berbagi bekal makanan.
Seluruh jenjang kelas kemudian melakukan sesi foto bersama. Harmoni yang indah ini menjadi bekal memulai aktivitas belajar. (*)













