
BRIDS Perkuat Literasi Pasar Modal Lewat Galeri Investasi.
Peserta mendapatkan wawasan tentang pola pikir investasi sejak dini. Pembicara juga mengulas cara memanfaatkan teknologi secara bijak. Pemahaman manajemen risiko turut menjadi materi utama.
Galeri Investasi BEI hadir sebagai solusi strategis. Tempat ini menjadi sarana belajar yang berbasis praktik langsung. Mahasiswa bisa mengenal berbagai instrumen investasi secara mendalam.
BEI sendiri telah mengembangkan hampir 1.000 galeri serupa. Fasilitas ini tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Galeri ini tidak hanya sekadar pusat informasi pasif.
Mahasiswa dapat belajar mengambil keputusan investasi yang bertanggung jawab. Mereka dilatih untuk melihat investasi dalam kerangka jangka panjang.
Cetak Investor Cerdas
Plt Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyoroti peran vital mahasiswa. Ia melihat potensi besar pada generasi muda. Mereka adalah agen perubahan budaya keuangan nasional.
“Kami ingin mengubah budaya menabung menjadi budaya investasi,” ujar Fifi.
Fifi menekankan pentingnya keseimbangan antara minat dan pemahaman. Literasi yang kuat harus mendampingi semangat investasi yang tinggi. BRIDS menargetkan 5.000 akun investor baru hingga akhir 2026.
Galeri Investasi ini akan menjadi ujung tombak pencapaian target tersebut. Fokus utamanya bukan sekadar jumlah investor. Kualitas investor muda menjadi prioritas utama perusahaan.
Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menyambut positif inisiatif ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi regulator dan akademisi sangat dibutuhkan saat ini.
“Literasi keuangan perlu kita tanamkan sejak dini,” tegas Hidayat.
Ia berharap generasi muda mampu berinvestasi secara cerdas dan aman. Kolaborasi dengan kampus menjadi kunci membangun fondasi tersebut. Ke depan, sinergi ini akan terus meluas ke berbagai wilayah. (*)












