### Keluarga Menanti Penuh Harap

Tim gabungan terdiri Tim SAR BPPD OKU, Polres OKU dan Kodim 0403 OKU, melakukan penyisiran mencari jasas Rehan.
TRANSPARANN.ID – Di tepi Sungai Ogan, suara dayung perahu karet memecah kesunyian. Sejak pagi, puluhan personel BPBD OKU, Basarnas, TNI, dan Polri menyisir aliran sungai, mencari Muhammad Rehan Pahlepi (12), bocah Desa Air Paoh yang hanyut pada Minggu (14/9) pagi.
Menurut keterangan warga, Rehan pulang joging bersama dua temannya sebelum memutuskan mandi di sungai. “Awalnya mereka tertawa-tawa, tapi tiba-tiba arus menyeret Rehan. Dia sempat melambaikan tangan, lalu hilang,” tutur Sahrul (45), saksi mata yang sempat mencoba menolong namun gagal menjangkau korban.
Also Read
Di lokasi, hanya tersisa baju merah, celana pendek abu-abu, dan sandal jepit kuning milik Rehan. Dua temannya yang panik memilih meninggalkan tempat, membuat identitas korban baru terungkap setelah keluarga datang.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU, Dadi Sutiadi, mengatakan pencarian memasuki hari kedua. “Kami menyisir sisi kiri dan kanan sungai, menggunakan teknik serkel air untuk menjangkau dasar. Radius pencarian diperluas hingga tiga kilometer,” ujarnya.
Di tepi sungai, keluarga korban duduk beralas tikar, menatap aliran air yang terus bergerak. Setiap riak membuat mereka menahan napas, berharap itu adalah tanda Rehan ditemukan.
Wajah-wajah lelah tak mampu menyembunyikan kecemasan, namun harapan tetap menyala di tengah derasnya arus Sungai Ogan. (bet)















