Adab Waktu Magrib dan Efek Kesehatannya

### Mengapa Dilarang Tidur Saat Waktu Magrib?

Pemandangan senja di pedesaan Indonesia saat hujan. Seorang kakek bersarung dan kopiah bersama cucu perempuannya berdiri di pintu rumah panggung kayu yang terang oleh lampu teplok. Di latar belakang, terlihat sawah hijau, pohon kelapa, dan sebuah masjid dengan menara yang menyala di bawah langit jingga mendung.
foto : getty images
Saat langit menjingga dan azan berkumandang, berhentilah dari aktivitas. Lebih baik berjaga-jaga daripada mengalami hal yang tidak menyenangkan.

TRANSPARANN.ID – Waktu magrib menjadi momen peralihan cahaya yang sangat krusial bagi umat Islam dan tradisi masyarakat.

Banyak orang percaya bahwa waktu magrib memiliki energi khusus yang memengaruhi kondisi fisik maupun mental seseorang.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak menyepelekan adab saat langit mulai berubah menjadi jingga.

Bahaya Tidur dan Aktivitas di Luar Rumah

Orang tua sering melarang anak-anak tidur saat matahari terbenam karena alasan kesehatan. Tidur pada jam ini sering menyebabkan badan terasa lemas dan pikiran menjadi gelisah.

Baca Juga :   Bank Dunia Kritik Cuti Melahirkan RI

“Waktu magrib adalah saat peralihan energi yang dapat mengganggu ritme tubuh,” tulis pengelola akun Herbal Nusantara.

Selain tidur, orang tua melarang anak-anak bermain di luar rumah, terutama saat hujan turun. Air hujan dan udara lembap saat senja rentan memicu penyakit pada anak-anak.