### Wisata Religi Ramadan di Kahf ar-Raqim

Menyusuri jejak keteguhan iman di Kahf ar-Raqim, Yordania. Papan informasi ini menyambut para peziarah yang ingin napak tilas kisah mukjizat tujuh pemuda.
TRANSPARANN.ID – Ramadan di Yordania menawarkan pengalaman spiritual mendalam. Peziarah sering mengunjungi situs Kahf ar-Raqim. Lokasi ini berjarak 10 kilometer timur Amman.
Umat Islam meyakininya sebagai Gua Ashabul Kahfi. Mahmoud, juru kunci setempat, rutin menyambut pengunjung. Ia menceritakan kisah tujuh pemuda beriman.
“Ahlan wa sahlan,” sapa Mahmoud dengan ramah. Ia menjelaskan sejarah situs bersejarah tersebut.
Also Read
Tujuh pemuda itu melarikan diri dari raja zalim. Sang raja memaksa rakyatnya untuk menyembah berhala. Mereka lalu bersembunyi di dalam gua ini.
Selanjutnya, Allah SWT memberikan mukjizat besar. Mereka tertidur sangat lelap selama 309 tahun. Mereka bertahan hidup tanpa makan dan minum.
Ketika bangun, mereka mengira hanya tertidur semalam. Satu orang pemuda kemudian pergi ke kota. Ia berniat membeli makanan untuk teman-temannya.
Namun, ia menyadari zaman telah berubah jauh. Ia kembali dan segera mengabarkan hal itu. Tidak lama kemudian, ketujuh pemuda itu wafat. Masyarakat setempat memakamkan mereka di dalam gua.
Mahmoud kemudian menunjukkan deretan makam kuno.
“Ini tujuh makam pemuda Ashabul Kahfi,” ucapnya.
Ia juga menunjuk simbol bintang bersudut delapan. Simbol tersebut ternyata memiliki makna khusus. Berdasarkan tafsir, delapan melambangkan jumlah mereka keseluruhan. Tujuh pemuda beristirahat di dalam gua. Sementara itu, seekor anjing menjaga di luar.
Cahaya matahari masuk melalui sebuah lubang gua. Sinar itu menyinari ruangan saat waktu zuhur. Posisi ini sangat selaras dengan ayat Al-Qur’an.
Gua tersebut ternyata terbentuk secara alami. Salahuddin Al-Ayubi pernah merenovasi tempat suci ini. Pengunjung juga bisa melihat sebuah masjid kuno.
Masjid era Romawi itu berdiri di luar. Masyarakat membangun tempat ibadah di atas lokasi. Nama Ar-Raqim sendiri tercatat dalam Surah Al-Kahfi.
Banyak ulama meyakini keabsahan situs Kahf ar-Raqim. Arah cahaya matahari menjadi sebuah bukti kuat. Akan tetapi, klaim serupa juga muncul di Turki. Sejarawan belum menyepakati lokasi pastinya hingga kini.
Meskipun begitu, perdebatan sejarah tidak menyurutkan niat peziarah. Mereka tetap berdatangan selama momen bulan Ramadan.
Mereka merenungi keteguhan iman para pemuda tersebut. Kisah Ashabul Kahfi akan terus hidup. Cerita ini mengingatkan kita tentang besarnya perlindungan Yang Maha Kuasa. (*)















