
Marsilah (baju warna pink) dipeluk keluarganya yang meratapi hilangnya Nando.
TRANSPARANN.COM, BATURAJA – “Balek Ndo, Umak nunggu Ndo….”. Begitulah jeritan Marsilah, Ibunda Rahmat Rapian Nando, yang duduk terpekur dipinggir sungai Ogan Kampung Jaya, Kelurahan Sukajadi.
Ia begitu histeris mengetahui anaknya yang duduk di kelas 5, SD Negeri 47 di Kelurahan Air Gading, hanyut di sungai Ogan.
Awalnya Marsilah duduk ditangga mandi di Kelurahan Sukajadi. Ia memandang dari kejauhan upaya pencarian yang dilakukan masyarakat dan BPPD Kabupaten OKU.
Also Read
Tidak lama berselang, Marsilah beranjak dari tempat duduknya menuruni tangga turun ke Sungai Ogan Pulau Kampung Jaya, Kelurahan Sukajadi.
Dengan langkah gontai dan wajah yang kuyu, kakinya menapaki pulau yang berbatu. Ia tidak sendiri, ditemani beberapa keluarganya.
Dipinggir Sungai Ogan, ia terduduk, terdiam menerawang jauh memandangi aliran sungai Ogan.
“Baleklah Ndo… Umak nunggu disini, Ndo,” ucap Marsilah seraya nangis sesenggukan.
Keluarga yang mendampingi Marsilah, mengusap punggung Marsilah seraya berkata, istaghfar, sabar dan tawakal.
Ketua RT 16/RW 04, Kelurahan Air Gading, Irpan, menceritakan, bahwa Marsilah mendapat kabar anaknya hanyut saat ia dan warga RT 16/RW 04, Kelurahan Air Gading, sedang melakukan musyawarah warga.
“Mendapat kabar itu, kami yang sedang bermusyawarah termasuk ibunya Nando, langsung kesini,” ucap Irpan.
Diungkapkan Irpan, bahwa Mat Usin, ayah Nando sedang bekerja ngampas.
“Saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke Baturaja,” imbuh Irpan.
Menurut sepengetahuan Irpan, bahwa Nando tidak bisa berenang.
“Mudah mudahan, Nando segera ditemukan,” pungkas Irpan. (bet)















