### Rawat Kebersamaan Lewat Gotong Royong

Warga RT 15 RW 05, Kelurahan Sekar Jaya gotong royong secara swadaya memperbaiki jalan.
TRANSPARANN.ID, OKU – Semangat gotong royong menyala di Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan.
Puluhan warga RT 15 RW 05 turun ke jalan pada Kamis pagi, 18 Desember 2025 dengan membawa peralatan seadanya.
Mereka bergerak satu komando untuk menambal jalan poros yang selama ini rusak parah.
Ketua RT 15, H. Heri Haryadi, S.E., bersama Tokoh Masyarakat, Cik Agam, memimpin langsung aksi sosial tersebut. Keduanya tidak hanya memberi instruksi, tetapi turut berjibaku mengangkat material dan memastikan setiap lubang jalan tertutup rapat demi kenyamanan pengguna jalan.
Also Read
Bagi warga setempat, jalur ini bukan sekadar tumpukan aspal dan batu, melainkan urat nadi aktivitas sehari-hari, termasuk akses vital menuju Masjid Al-Kautsar.
Kerusakan jalan yang kerap memicu genangan air saat hujan akhirnya mendorong warga untuk bertindak cepat secara mandiri sebelum jatuh korban.
Merajut Tali Persaudaraan
Di tengah hiruk-pikuk pekerjaan, Cik Agam tampak menyeka keringat seraya tersenyum bangga menyaksikan kekompakan tetangganya.
Ia menilai, inisiatif ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar perbaikan infrastruktur fisik.
“Gotong royong kita hari ini merupakan wujud kerja bersama tanpa pamrih. Kita ingin jalan poros ini segera nyaman dilintasi, baik oleh warga setempat maupun tetangga desa,” ujar Cik Agam.
Lebih lanjut, ia menekankan dampak sosial dari kegiatan ini. “Selain membuat pekerjaan berat terasa ringan, momen ini mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kembali rasa tanggung jawab sosial di lingkungan kita,” tambahnya dengan nada menyentuh.
Swadaya di Tengah Keterbatasan
Senada dengan Cik Agam, Ketua RT 15, H. Heri Haryadi, menjelaskan alasan mendesak di balik aksi swadaya ini. Menurutnya, meskipun perbaikan jalan sudah masuk dalam rencana pembangunan, kondisi di lapangan menuntut penanganan segera.
Heri memaparkan bahwa pada tahun 2024, pihak RT telah mengusulkan perbaikan jalan cor beton sepanjang 400 meter.
“Alhamdulillah, usulan tersebut terealisasi sepanjang 194 meter melalui Bantuan Gubernur Sumsel tahun 2025. Namun, sisa jalan lainnya, terutama akses ke arah masjid, kondisinya sudah sangat urgent dan sulit dilewati kendaraan,” jelas Heri.
Enggan berpangku tangan menunggu anggaran tahun depan, warga sepakat mengumpulkan dana pribadi. Dana murni dari kantong warga inilah yang kemudian mereka gunakan untuk membeli material penambalan hari ini.
“Hari ini kami mengerjakan dua titik pengecoran, satu di lingkup RT 15 dan satu lagi di perbatasan RT tetangga. Untuk penyelesaian sisa jalan secara menyeluruh, kami telah melayangkan proposal ke Dinas PUPR Kabupaten OKU untuk tahun anggaran 2026,” tutup Heri optimis.
Aksi warga Sekarjaya ini membuktikan bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menjadi solusi konkret atas masalah lingkungan, sekaligus menghidupkan kembali roh gotong royong sebagai identitas bangsa. (*)















