### Aksi Solidaritas untuk Korban Kebakaran

Ketua DPC GMNI SBD dan jajaran pengurus menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran warga Yaru Wora diterima Kepala Desa Patiala Bawa beserta perwakilan keluarga korban.
TRANSPARANN.ID, SUMBA BARAT DAYA – Duka mendalam masih menyelimuti Kampung Adat Yaru Wora, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat, usai 28 rumah adat ludes dilahap api. Merespons kondisi memprihatinkan tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Barat Daya (SBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Minggu (14/12/2025).
Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC GMNI SBD yang didampingi jajaran pengurus, senior, serta kader aktif. Mereka rela menempuh perjalanan lintas kabupaten demi menunaikan amanah dari hasil penggalangan dana (open donation) yang telah digelar sebelumnya.
Kehadiran para mahasiswa ini menegaskan pesan kuat bahwa korban bencana tidak berjuang sendirian. Sekretaris DPC GMNI SBD, Alfianus Tamo Ama, menyebut langkah ini sebagai manifestasi ideologi Marhaenisme ajaran Bung Karno. Menurutnya, organisasi berkewajiban moral untuk selalu berpihak dan hadir di tengah rakyat kecil yang sedang dilanda krisis.
Also Read
“GMNI hadir sebagai perpanjangan tangan dari seluruh masyarakat Sumba Barat Daya. Selama tiga hari kami menggalang donasi, dan hari ini kami salurkan untuk menyeka air mata keluarga kita yang terdampak,” ujar Alfianus di lokasi kejadian.
Bantuan tersebut diserahkan secara resmi dan diterima langsung oleh Kepala Desa Patiala Bawa beserta perwakilan keluarga korban. Alfianus berharap, kehadiran GMNI dapat sedikit meringankan beban berat yang kini dipikul oleh warga Yaru Wora.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi penghuni 28 rumah yang terdampak. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat kita,” pungkasnya.
Musibah ini menjadi pengingat akan rentannya permukiman adat terhadap ancaman api. Namun, di balik puing-puing arang, kepedulian yang ditunjukkan oleh GMNI SBD membuktikan bahwa solidaritas kemanusiaan mampu menembus sekat wilayah dan administrasi. (kobus)















