### Sultan Bima Pejuang Integrasi Bangsa

Sultan Muhammad Salahuddin.
TRANSPARANN.id – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Sultan Muhammad Salahuddin dari Bima. Penetapan ini diumumkan dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Sultan Muhammad Salahuddin tercatat sebagai Sultan Bima ke-14 yang memimpin dari tahun 1917 hingga 1951. Selama masa pemerintahannya, ia melakukan berbagai pembaruan penting di bidang politik, pemerintahan, dan pendidikan.
Untuk memajukan pendidikan, ia mendirikan sekolah Islam di Raba dan Kampo Suntu. Selain itu, ia juga membangun masjid di setiap desa dalam wilayah kesultanan dan membentuk peradilan agama bernama Badan Hukum Syara.
Also Read
Pasca kemerdekaan Indonesia, Sultan Salahuddin langsung menunjukkan loyalitasnya yang tinggi. Pada 22 November 1945, ia mencetuskan Pernyataan Jiwa Rakyat Bima yang berisi dukungan penuh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pernyataan bersejarah itu, ia menegaskan bahwa segala urusan pemerintahan di wilayah Bima dilakukan langsung dengan pusat, memotong jalur kolonial. Bahkan, ia bersama para sultan lain di Pulau Sumbawa mendeklarasikan bergabung dengan Republik Indonesia sebagai sebuah federasi.
Sejak kecil, Muhammad Salahuddin telah mendapatkan pendidikan agama dan pemerintahan yang matang dari ulama dan pejabat istana. Tak heran, ia kemudian tumbuh menjadi pemimpin yang cerdas dan berakhlak, hingga diangkat sebagai Putra Mahkota pada 1899.
Kini, gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan pemerintah mengukuhkan kembali jasanya yang besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan integrasi bangsa Indonesia dari wilayah timur. (*)















