### Poster Orang Hilang Ditempel Pohon dan di Warkop

tanda bukti laporan masyarakat ke Polres Buton atas hilangnya Bupati Alvin.
TRANSPARANN.ID – Warga Kabupaten Buton menunjukkan kreativitas tak biasa. Mereka melaporkan Bupati Alvin Akawijaya Putra ke polisi setelah sang kepala daerah tak terlihat hampir sebulan.
Laporan itu membuat aparat kepolisian sempat kebingungan. “Pak, bupati kami hilang,” ujar warga saat membuat laporan. Polisi pun hanya bisa menggaruk kepala, mencoba memahami maksud warga yang kehilangan pemimpinnya.
Tak berhenti di situ, warga menempelkan poster “Orang Hilang” bergambar wajah Alvin di tiang listrik dan warung kopi. Poster itu membuat suasana kota seperti sedang mencari buronan, bukan pejabat daerah. Wajah Alvin terpampang seperti iklan skincare gagal. Dari bupati termuda se – Sulawesi Tenggara, lulusan UGM, sampai jadi tokoh poster ala “Dicari! Hadiah Rp 50 juta!”.
Also Read
Alvin Akawijaya Putra SH, lahir di Jakarta, 18 Mei 1996, lulusan Fakultas Hukum UGM, anak mantan Gubernur Sultra Ali Mazi, pernah sekolah di Mahatma Gandhi School dan Bina Bangsa School, paket lengkap anak gaul ibukota. Kekayaannya mencapai Rp 8,09 miliar, termasuk tronton tiga unit.
Alvin, bupati termuda di Sulawesi Tenggara, sebelumnya dilantik langsung oleh Presiden di Istana Negara. Namun, sejak pelantikan, ia jarang terlihat di Buton. Warga pun mempertanyakan kehadirannya.
Wakil Bupati mencoba menenangkan publik dengan menyebut Alvin sedang dinas di Jakarta. Namun, alasan itu justru memicu tanda tanya. “Dinas apa sampai sebulan?” sindir warga.

Foto Bupati Buton yang dilaporkan warga menghilang kini ditempel warga di pohon – pohon dengan caption dicari orang hilang berhadiah.
Fenomena ini menimbulkan ironi. Alvin yang dikenal sebagai sosok muda, kaya, dan berprestasi, kini justru menjadi bahan perbincangan karena absennya. Warga bahkan menyebutnya sebagai “Bupati last seen one month ago.”
Kreativitas warga Buton melaporkan bupati hilang dinilai sebagai bentuk kritik sosial. Mereka tidak memilih jalur demonstrasi, melainkan menggunakan cara unik yang menyentil publik. Jika tren ini meluas, bukan tidak mungkin pejabat lain yang jarang hadir juga akan dilaporkan hilang.
Kini, poster bupati hilang itu justru menjadi daya tarik baru. Warga dan pengunjung ramai-ramai berfoto di bawah poster dengan tagar #WhereIsMyBupati. Buton pun mendadak viral, bukan karena pariwisatanya, melainkan karena aksi warganya yang cerdas sekaligus satir. (*)















