### Pilkades PAW 2025 diwarnai pesan damai dan adil

Pengundian nomor urut Pilkades PAW Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Rabu, 17 September 2025.
TRANSPARANN.ID – Suasana demokrasi di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, mulai menghangat. Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) menggelar rapat pleno terbuka untuk menetapkan calon kepala desa sekaligus mengundi nomor urut, Rabu (17/9/2025).
Tiga calon resmi siap bertarung pada Pilkades PAW yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2025. Mereka adalah Jefri (Nomor Urut 1), Danial Wajedi (Nomor Urut 2), dan Dasril (Nomor Urut 3).
Acara penetapan dan pengundian nomor urut berlangsung di balai desa, dihadiri jajaran panitia, Kepala Dinas PMD OKU Nanang Nurzaman, perwakilan Camat Baturaja Timur, PJ Kades, Kapolsek Baturaja Timur, Danramil, BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat.
Also Read
Ketua Panitia Pilkades Sapirul Awalludin memimpin langsung proses pengundian. Para calon mengambil kertas undian secara bersamaan. Nomor undian terkecil mendapat kesempatan pertama memilih nomor urut, yang kemudian dibuka bersama-sama di hadapan peserta rapat.
“Berkas para bakal calon sudah kami teliti dan nilai. Hari ini mereka resmi menjadi calon kepala desa dan telah mengambil nomor urut masing-masing,” ujar Sapirul.
BACA JUGA : https://transparann.id/paw-pilkades-segara-kembang-tetapkan-nomor-urut/

Rapat pleno terbuka untuk menetapkan Calon Kepala Desa Tanjung Kemala, Kabupaten OKU, sekaligus mengundi nomor urut, Rabu (17/9/2025).
Kepala Dinas PMD Nanang Nurzaman mengingatkan pentingnya menjaga suasana aman dan damai. “Saya berharap Pilkades ini berlangsung tenang, tanpa masalah, dari awal hingga akhir,” pesannya.
Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD OKU Sapriyanto menegaskan bahwa para calon wajib mematuhi aturan dan siap menerima hasil. “Jaga kondusivitas, patuhi aturan, dan siap menang atau kalah,” katanya. Ia juga mengingatkan panitia agar bekerja profesional, adil, dan bebas dari kepentingan pribadi.
Pilkades Tanjung Kemala tahun ini bukan sekadar ajang perebutan kursi kepala desa, tetapi juga ujian kedewasaan berdemokrasi. Harapan masyarakat jelas: pemilihan yang damai, jujur, dan mengedepankan kepentingan warga di atas segalanya. (bet)
















